Pengalaman Travelling Wisata ke Beijing dan Shanghai

Setelah di bulan Oktober 2016 gue travelling ke negara China pertama kali nya untuk mengunjungi kota Tibet dan Everest Basecamp maka 5 bulan kemudian nya atau Maret 2017, gue menuju ke China lagi untuk kedua kali nya travelling keliling Beijing dan Shanghai selama 8 hari.

Di post ini gue akan sharing informasi mengenai pengalaman travelling gue selama 8 hari ke Beijing dan Shanghai yang mungkin berguna buat kamu, mulai dari penerbangan ke Beijing / Shanghai, cara buat visa China untuk masuk ke Beijing / Shanghai, Tips keliling China, Internet di China, Harga Penginapan di Beijing / Shanghai , transportasi ke Mutianyu Great Wall dan pasti nya itinerary serta rincian biaya keliling Beijing dan Shanghai, jadi di baca sampai habis ya post ini :ahaaah:

* * * * *

Penerbangan ke China ( Beijing / Shanghai )

Untuk menuju China dari Indonesia, ada banyak maskapai penerbangan dan bandara internasional di China yang dapat di gunakan, dapat di cek melalui website SkyScanner. Tapi di sini gue hanya membahas 2 bandara Internasional di kota Beijing dan Shanghai yaitu Bandara Internasional Beijing ( PEK ) dan Bandara Internasional Pudong Shanghai ( PVG ) .

Untuk penerbangan dari Jakarta ke Beijing / Shanghai, bagi anda yang low budget bisa menggunakan maskapai berjenis LCC ( Low Cost Carriers ) dengan catatan harus beli tiket berjenis promo karena kalau tidak promo, harga nya tidak terlalu jauh berbeda dengan maskapai berjenis Full Services :info:

Berikut maskapai yang gue rekomendasikan untuk penerbangan dari Jakarta :

1. AirAsia – transit di Kuala Lumpur ( KLIA2 ) – harga promo kisaran 2.5 – 3.5 juta rupiah Pergi Pulang

2. Garuda Indonesia ( Full Services ) harga kisaran 5.5 – 7 juta rupiah Pergi Pulang

Untuk mendapatkan tiket promo jenis LCC, bisa dibaca tips dan trik nya pada post berikut Cara, Tips dan Trik Membeli Tiket Pesawat Promo Murah Secara Online

* * * * *

Syarat Visa China ( Beijing / Shanghai )

Visa China

Visa China

Untuk dapat masuk negara ke China dan berbagai kota di China seperti Beijing, Shanghai, Chengdu, Guangzhou dengan menggunakan Passport WNI Sipil maka kita harus mempunyai Visa China. Cara mendapatkan Visa China sangat mudah, dapat di baca cara nya pada Cara, Syarat dan Pengalaman Membuat Visa China.

* * * * *

4 Musim di China

4 Musim Di China ( Spring, Summer, Autumn, Winter )

4 Musim Di China ( Spring, Summer, Autumn, Winter )

Di China itu ada 4 musim yaitu Musim Semi ( Maret – Mei ), Panas ( Juni – Agustus ), Gugur ( September – November ) dan Dingin ( Desember – Februari ). Berdasarkan pengalaman gue ke Beijing dan Shanghai di musim Semi di akhir Maret, suhu rata-rata di Beijing kisaran 10° untuk siang hari dan 2° untuk malam hari sedangkan suhu rata-rata di Shanghai kisaran 20° untuk siang hari dan 7° untuk malam hari.

Selama berwisata di Beijing bisa di bilang outfit yang gue gunakan tidak cukup menahan hawa dingin yang parah banget dingin nya, badan gue sampai mengigil haha… apalagi di tambah hujan waktu gue di hari pertama tiba di Beijing, tambah parah lagi deh dingin nya. Setiba nya di Shanghai, suhu udara nya lebih hangat di bandingkan Beijing karena lokasi berada di Selatan. Prinsip nya sih kota-kota yang berada di Utara China itu punya suhu udara yang dingin pakai banget, maka nya di Harbin yang terletak di Utara China sampai punya Ice dan Snow Festival :ill:

Untuk panduan mengetahui suhu udara di Beijing dan Shanghai sekaligus mengecek hujan atau tidak hari itu dan keesokan hari nya, gue menggunakan Accuweather. Berikut link untuk Accuweather Beijing dan untuk Accuweather Shanghai.

* * * * *

Itinerary Keliling Beijing dan Shanghai ( 8 Hari )

Itinerary Keliling Beijing Shanghai

Itinerary Keliling Beijing Shanghai

Selama 8 hari di China pada trip ini, gue hanya mengunjungi 2 kota terbesar di China yaitu Beijing dan Shanghai, tadi nya berniat mengunjungi kota Hangzhou juga yang terletak tidak terlalu jauh-jauh amat dari Shanghai tapi batal karena faktor cuaca dan biaya haha… Anyway, berarti total gue sudah mengunjungi 4 kota di area China Mainland yaitu Beijing, Shanghai, Chengdu dan Tibet ( info ga penting ) :peace:

Berikut itinerary perjalanan gue selama 8 hari, dapat di lihat detail nya dengan click link pada masing-masing hari ( link akan di update jika cerita nya sudah di post ya ) :peace:

  • Hari 1 : Temple of Heaven, Wangfujing Street
  • Hari 2 : Summer Palace, Beijing National Stadium ( Bird’s Nest ) – National Aquatics Center ( Water Cube ), Hai Di Lao Hotpot
  • Hari 3 : Tiananmen Square, Forbidden City, Jingshan Park, Wangfujing Street, Siji Minfu Restaurant
  • Hari 4 : Ming Tombs, Mutianyu Great Wall, Qianmen Street
  • Hari 5 : Beijing ke Shanghai dengan kereta cepat
  • Hari 6 : Nanjing Road, The Bund, Yuyuan Market, Carefour Shuicheng Road
  • Hari 7 : Qipu Market, Dmall Shopping Center People Square
  • Hari 8 : AP Plaza, Oriental Pearl TV Tower

* * * * *

Biaya Keliling Beijing dan Shanghai ( 8 Hari )

Mata Uang Yuan - China

Mata Uang Yuan – China

Karena detail pengeluaran perhari nya sudah di jelaskan di tiap post per hari nya, maka di sini gue akan menjelaskan total pengeluaran keliling Beijing dan Shanghai selama 8 hari berdasarkan pengalaman pribadi. FYI, ini bukan biaya backpacker ya, lebih tepat nya flashpacker :hero:

No. Keterangan Biaya

( 1 Yuan = Rp 2.000 )

1. Tiket Pesawat Pergi Jakarta – Beijing ( Transit di Kuala Lumpur )

AirAsia – Sharing Bagasi 20 Kg ber 4

Rp 1.300.000
2. Tiket Pesawat Pulang Shanghai – Jakarta ( Transit di Kuala Lumpur )

AirAsia – Sharing Bagasi 25 Kg ber 2

1.022 Yuan = Rp 2.050.000
3. Visa China ( Single Entry ) Rp 540.000
4. Penginapan 8 Malam di Beijing dan Shanghai

4.1 Beijing – 4 Malam di Happy Dragon Backpackers Hostel = 207 Yuan

4.2 Shanghai – 4 Malam di Shanghai Blue Mountain Hongqiao Youth Hostel = 356 Yuan

563 Yuan = Rp 1.125.000
5. Transportasi lokal di 2 Kota

5.1 Beijing Yikatong Card = 80 Yuan

5.2 Kereta Cepat Beijing ke Shanghai = 553 Yuan

5.3 Shanghai Metro Card = 40 Yuan

5.4 Beixinjing Station ke Pudong Airport = 8 Yuan

681 Yuan = Rp 1.350.000
6. Biaya Makan Minum, Jajan, Ngemil 8 Hari 560 Yuan = Rp 1.120.000
7. Tiket Masuk Tempat Wisata + Local Tour 555 Yuan = Rp 1.110.000
Total Travel Beijing dan Shanghai 8 Hari

( Exclude Belanja & Oleh-Oleh )

Rp 8.600.000

Untuk trip Beijing dan Shanghai pengeluaran terbesar gue ( lagi-lagi ) adalah karena kalap belanja haha.. Biaya belanja dan oleh-oleh di tabel di atas tidak gue cantumkan karena malu ketauan hobi belanja lagi gue :peace:

Anyway, harga sekali makan di Beijing dan Shanghai engga mahal-mahal amat, di kisaran 20-35 Yuan banyak yang jual dan porsi nya juga gede. Pastikan kalau datang ke Beijing mampir ke restoran Bebek Peking ( Beijing Roast Duck ) ya, worth it banget buat di coba! Dan juga mampir ke restoran Hai Di Lao hotpot, service nya top banget, sangat worth it buat di coba :good:

* * * * *

Penginapan Beijing dan Shanghai



Booking.com

Kalau di China pastikan anda memilih penginapan yang memiliki toilet yang bersih, ya karena masalah klasik negara China adalah kebersihan toilet nya haha… Harga rata-rata penginapan sekelas hostel di Beijing dan Shanghai untuk kelas nyaman dan murah di kisaran 50 – 100 Yuan / malam tergantung lokasi nya, gue menggunakan BOOKING.COM sebagai sarana tempat booking penginapan disana, bayar nya full cash langsung di hari H nya tiba di penginapan. Untung nya penginapan yang di pilih gue di Beijing dan Shanghai tidak ada masalah sama sekali dengan kebersihan toilet nya, terutama yang di Shanghai, puas pakai banget sama fasilitas penginapan nya.

* * * * *

Transportasi Beijing dan Shanghai

Beijing and Shanghai Metro Card

Beijing and Shanghai Metro Card

Selama di Beijing dan Shanghai, gue cuma benar-benar mengandalkan transportasi subway dan jalan kaki. Pastikan anda membeli kartu transportasi Beijing ( di sebut Yikatong oleh orang lokal ) dan Shanghai Metro Card. Harga kartu tersebut gratis, cukup taruh deposit 20 Yuan dan nanti nya deposit ini bisa di refund kan kembali ketika anda mengembalikan kartu tersebut di stasiun subway.

Menggunakan transportasi subway di Beijing dan Shanghai sangatlah mudah, line nya juga engga banyak dan ribet sehingga bisa di tentukan secara manual rute nya menggunakan peta subway digital. Gue sendiri survive tanpa nyasar dan tanpa menggunakan aplikasi subway sama sekali ( hanya bermodalkan peta subway digital ) selama memakai transportasi subway di Beijing dan Shanghai

Buat anda yang ke Beijing / Shanghai dalam rombongan besar dan membutuhkan jasa pengantaran / penjemputan dari Airport Beijing / Shanghai ke / dari Pusat Kota, bisa menggunakan service berikut :

  1. Jasa Antar / Jemput dari Bandara Beijing ( PEK ) ke / dari Pusat Kota Beijing
  2. Jasa Antar / Jemput dari Bandara Shanghai ( PVG ) ke / dari Pusat kota Shanghai

* * * * *

Internet / WIFI Beijing dan Shanghai

SIM Card China Unicom dan aplikasi VPN di Android

SIM Card China Unicom dan aplikasi VPN di Android

Untuk trip kali ini kebetulan gue mendapat hibahan SIM Card China Unicom dari rekan kantor yang baru kembali dinas dari Beijing, lumayan bisa irit sekitar 150 Yuan haha… Anyway, jangan menggunakan roaming SIM Card Indonesia operator apapun ya buat di pakai di China, utama nya XL Pass, pengalaman pribadi teman seperjalanan gue dari 8 hari perjalanan, paling cuma efektif kepakai 2-3 hari doang, sisa nya sinyal operator nya hilang. Padahal ini di pakai di kota besar China ( Beijing dan Shanghai ) aja sinyal nya kaga dapat, apalagi kota-kota China pelosok, gawat deh haha… Sisi positif nya palingan jika menggunakan SIM Card Indonesia roaming, engga perlu yang nama nya VPN untuk buka aplikasi yang di blokir oleh pemerintah China.

Selain itu juga jangan mengandalkan free wifi ya untuk internetan di Beijing / Shanghai, gue tidak pernah menemukan free wifi yang benar-benar free di sana. Di Starbucks aja ya, kalau mau connect internet di sana tetap butuh nomor SIM Card buat di kirimkan semacam security code buat connect WIFI di Starbucks nya :wait:

Pengalaman gue pribadi memiliki SIM Card lokal ( China Unicom ), bukan berarti lalu gue bisa browsing internet dengan bebas ya. Karena Internet di China itu terkenal paling ketat proteksi / filter / blok koneksi ke website search engine seperti Google atau social media seperti Facebook, Instagram atau Chat seperti LINE.

Nah untuk mengatasi koneksi yang di blok tersebut, kita membutuhkan yang nama nya aplikasi VPN ( Virtual Private Network ) dan pastikan download aplikasi tersebut sejak di Indonesia ya, karena buat penguna Android, Google Play Store juga di blok di China, engga bakal ada cerita bisa buka Google Play Store di China tanpa VPN. Berikut aplikasi VPN yang bisa gue rekomendasi kan paling gampang pemakaian nya dan untuk connect ke VPN nya mudah banget ( berdasarkan pengalaman pribadi pasti nya ) :

  1. Lantern
  2. Turbo VPN
  3. Psiphon Pro

Buat anda yang datang rombongan dan pergi pulang dari bandara China ( Beijing / Shanghai ) yang sama, bisa mempertimbangkan menyewa Pocket WIFI Device dengan hitungan harga sewa per hari sebagai berikut :

  1. Sewa Pocket WIFI dari Bandara Beijing ( PEK ) ( IDR 55.000 / hari )
  2. Sewa Pocket WIFI dari Bandara Shanghai ( PVG ) ( IDR 55.000 / hari )
  3. Sewa Pocket WIFI dari Bandara Kuala Lumpur ( KLIA / KLIA2 ) ( IDR 75.000 / hari )

* * * * *

Aplikasi yang berguna selama di China

Aplikasi yang berguna selama di Beijing dan Shanghai

Aplikasi yang berguna selama di Beijing dan Shanghai

Selama di Beijing dan Shanghai, gue hanya mengandalkan 6 aplikasi utama sebagai petunjuk mencari arah jalan buat keliling Beijing dan Shanghai. Sebenar nya ada aplikasi lokal yang tidak di blok akses nya, cuma karena hanya tersedia huruf mandarin, jadi malas engga bisa pakai ujung-ujung nya haha…

Berikut review aplikasi pada gambar di atas :

  1. Lantern VPN – Karena semua produk Google di blok di China, jadi harus wajib di gunakan yang nama nya VPN untuk bisa menggunakan aplikasi Google ketika menggunakan internet China.
  2. Google Search Engine
  3. Google Maps
  4. Google Translate ( OFFLINE ) – Aplikasi ini sangat berguna banget buat gue menyampaikan apa yang ingin gue tanya haha.. keuntungan nya adalah ada nya versi Offline, jadi engga perlu koneksi internet sama sekali buat pakai fitur translate nya
  5. CTrip – Aplikasi ini buat cek jadwal kereta beserta harga nya, berguna ketika mau pesan tiket kereta jarak jauh
  6. Whatsapp – Di China, aplikasi Whatsapp engga di blokir, jadi komunikasi grup pakai ini

* * * * *

Info Lain ( Voucher Discount, Tour )

Buat anda yang mau ke Disneyland Shanghai dan membeli tiket atraksi Disneyland Shanghai secara online, bisa membeli melalui link berikut di bawah :

Tiket Online Disneyland Shanghai ( Normal 499 Yuan, Discount 474 Yuan ), KLIK DI SINI

Tidak Perlu Antri Beli Tiket di Loket, Langsung masuk ke Gate Disneyland

Wisata di China ini seperti nya susah menemukan voucher discount, ataupun kalau ada kemungkinan besar menggunakan bahasa mandarin ( otomatis gue kaga ngarti dah ). Nah, buat anda yang mau ke Great Wall ( wisata wajib kalau ke China pertama kali ke Beijing ) dan mencari spot yang sepi, maka bisa coba main ke Mutianyu Great Wall. Gue merekomendasikan tour berikut buat ke Mutianyu Great Wall :

Berikut list-list informasi di China yang sekira nya berguna buat anda untuk menyusun itinerary ke China :

  1. Travel China Guide
  2. Tour Lokal di China

* * * * *

QUESTION ???

Jika ada pertanyaan lain seputar travelling ke Beijing dan Shanghai, jangan ragu untuk di tanyakan ya via komentar, siapa tau gue bisa jawab :senang:

23 thoughts on “Pengalaman Travelling Wisata ke Beijing dan Shanghai

  1. denny

    Hai Frenky,

    Saya rencana mau ke beijing di akhir bulan september bersama istri, ini perjalana pertama sy bawa istri….. kalau dari bandara mau ke mesjid niujie kira2 mahal nga ya, enaknya sih naek mrt katanya…cuma saya bingung aja naik dan turunnya

    Reply
    • Frenky Post author

      Dari Bandara Beijing ke Masjid Niujie, rute nya Bandara Beijing -> Dongzhimen Station -> Changchunjie Station terus tinggal jalan kaki deh.

      Engga mahal, paling cuma habis 30 yuan-an / orang dari bandara Beijing.

      Reply
  2. Suaeni

    Hi, Frenky salam kenal ya, saya sblmnya sdh prnh ke beijing shanghai udh lama bngettt itu bln july dan ikut tour dr jakarta, jd gak mslh smuanya aman. rencana mau prgi lg bln desember, prgi sndri, apakah cuaca disana mendukung ya klo prgi bln desember gitu? Rencana anak saya pengen cb disneyland, apa bisa gak ke wisata2 yg lain klo winter? Thx ya blog nya bagus dan membantu bangetttt👍

    Reply
    • Frenky Post author

      Kalau tahan sama cuaca dingin ya boleh2 aja wisata desember, terutama tahun baru, itu lagi musim salju, terutama daerah beijing, pasti dingin pakai banget.

      Saya belum pernah ke China pas musim winter, jadi ga tau deh wisata apa aja di winter sana, tapi disneyland Shanghai mah tetap operasi secara biasa, jadi tenang aja.

      Reply
  3. DH

    Hai, lebih menarik mana antara shanghai atau beijing dari segi banyaknya tempat wisata yang bisa di explor? kalau shopping enakan di beijing atau shanghai ya? Tks

    Reply
    • Frenky Post author

      Tempat wisata lebih banyak Beijing. Shopping sama aja, main ke pasar tradisional nya. Karena tiket pulang ke Indonesia nya dari Shanghai, jadi gw pilih Shanghai buat belanja biar ga ribet bawa belanja nya pas mau balik.

      Reply
  4. Wulan Prasojo

    Frenky,

    Makasih buat info-info tentang Beijing.
    I went there last month. It was a bliss!

    Aku pakai Klook dari info yang kamu kasih. Hahaha..
    Asik banget tour ke Mutianyunya. Pengen coba toboggan lagi!!
    :wow:

    Reply
  5. Mila

    Halo mau tanya yikatong di beijing harganya brp? Sebaiknya isi brp RMB utk 3 hari keliling beijing?

    Reply
  6. yan

    Hi Frenkey..

    Senang juga baca blog ini. Banyak informasinya. Frenkey, akhir bulan ini sy mau ke Shanghai dan Beijing. Kebetulan ini adalah first trip. Jadi butuh banyak info nih. Kl tiket bullet train dari Shanghai ke luar kota spt Beijing dan Xi’an apa sebaiknya booking dari Indo via online atau booking langsung disana?

    Reply
    • Frenky Post author

      Cek dulu jadwal kereta sehari nya ada berapa di http://www.ctrip.com

      Kalau misal nya sehari ada banyak banget waktu keberangkatan kaya Beijing ke Shanghai atau sebalik nya, mending beli on the spot aja.

      Kalau jadwal nya sehari nya terbatas, kaya Shanghai ke Xi’an sih engga banyak2 banget, mending booking online aja, cuma ya kekurangan nya jadi ada tambahan service fee online booking aja + charge kartu kredit 4% lagi karena pakai kartu kredit terbitan luar China.

      Reply
  7. Fe

    Halooo koooo… Huweeee finally di post, aku mau sharing juga nih ko. Gara2 tmn aku ga bisa jemput ke airport alhasil jalan sendiri ke hotel, then got cheated by taxi driver and paid RMB200 hahaha. Salah juga sih mustinya bawa temen dr Indonesia :crying:

    BTW, pas di Shenzhen mau beli simcard aja rempong banget masa, abang2nya minta ID card temen aku yg emang warga lokal terus pake difoto sambil pegang ID cardnya hahaha *untung gak disuruh selfie* Aiya, gitu amat ya mau beli kartu doang :ngakak:

    Ko, aku mau ke Beijing, Shanghai, Hangzhou sama Changzhou nih pas winter. Kira2 oke ngga ko kalo visit nya pas winter ke tempat2 ini?? Mau liat saju *norak kan gue* , tapi katanya Beijing ngga banyak salju beberapa tahun ini, banyaknya kabut :sigh:

    Reply
    • Frenky Post author

      Hai Hai,

      Loh kenapa ga naik kereta aja dari Airport ke Pusat Kota, itu kan lebih murah kemana-mana biaya nya hahaa…

      Ya benar memang beli SIM Card di China ribet, maka nya beli di Hostel atau Bandara kalau engga mau ribet, soalnya disana ketat pengawasan dari pemerintah nya.

      Wah gw belum pernah Winter kesana ya, tapi pengalaman kemarin mau jelang musim Semi, dingin nya udah nusuk banget, jadi malas deh jalan2 pas Winter gitu haha… Gw lebih suka musim gugur aja~~

      Reply
      • Fe

        Hahaha iya sih, soalnya aku landing dini hari. Udah capek juga jadi main asal comot taksi aja :suram:

        Ko, simcard berlakunya berapa lama ko? Sms dari providernya sih banyak, tapi ga nemu tulisan masa berlakunya, agak males translate in one by one, mumet bacanya hahaha. Kan sayang kalo nanti kesana musti beli lagi.

        Iya di Shenzhen sama Lufeng suhunya mendingan sekitar 20an. Tetep dingin sih menurut aku :D Nah loh, suhu segitu aja kedinginan gimana winter haha

        Reply
  8. Mita

    Hi Frenkey. Travelling Beijing Shang-hai ini belum ada di blog ya ?
    Saya sudah ikuti perjalanan kamu di Seoul waktu ke Seoul. Sangat membantu. Kebetulan pingin ke Beijing Shang-hai juga. Jadi sangat menunggu cerita Beijing Shang-hai nya ya…….

    Reply
    • Frenky Post author

      Belum ada kelanjutan nya dan bakal masih lama haha… ya di tunggu saja sekitar bulan 8-9, masih mau nyelesain postingan ke Tibet dan Everest dulu :)

      Reply
  9. Feli

    Cara pake aplikasi googlenya gimana ya? Pertama buka app lantern vpn dulu terus langsung buka google kah?

    Reply
  10. Andi

    Hallo Frenkey, senang sekali ada blog ini. Salam kenal. Sy Juni 2017 ini ke Beijing Shanghai pertama kalinya. Mau tanya bbrp hal:
    Pesawat sy jam 1 malam tiba di PEK. Apa nyaman kalau tidur di PEK? Krn sy mau nunggu pagi spy bs naik airport express ke Dongzhimen. Atau langsung cari taxi utk ke hotel pagi2 buta begitu?
    Saat turun dgn toboggan di Mutianyu, serem nggak ya? Sy bawa anak 10 thn dan 6 thn. Kira2 anak 10 than apa berani turun sendiri, atau apa cukup kalo naik toboggan bareng mamanya?
    Terakhir, pesawat sy berangkat dari PVG jam 6 pagi. Maunya malam sebelumnya kami menginap di PVG, krn pingin merasakan naik Maglev. Apa bisa ya tidur di PVG? Terima kasih sebelumnya Frenkey

    Reply
    • Frenky Post author

      Hi,

      Ini seperti nya naik AirAsia ya sebab landing nya jam 1 malam di PEK, dan AirAsia ini landing nya nanti di Terminal 2. Sepengamatan saya sih kalau mau tidur palingan di resto gitu, soalnya engga ada kursi sama sekali dan area pojokan buat tidur. Kalau mau turun ke lantai bawah, cari resto turun di situ deh tapi juga tetap aja engga recommended. Lebih baik naik taksi aja ke hotel nya pagi2 gitu, apalagi ada anak2 kan ya.

      Kalau Toboggan Mutianyu, lebih baik di dampingi orangtua aja ya, masalah cukup atau engga nya harus di coba langsung haha,, tergantung besar badan anak nya juga. Di PVG juga engga ada tempat tidur, waktu itu sih saya tidur di resto Burger King, kebetulan juga flight nya sama AirAsia jam 6 pagi dan saya sudah datang di malam sebelum nya ke PVG naik kereta.

      Reply


Jangan Malu-Malu Tinggalkan Komentar ya!
Komentar Anda Sangat Berarti Buat Saya

Your email address will not be published. Required fields are marked *

:star:  :ahaaah:  :suram:  :beg:  :bye:  :cheer:  :confused:  :keren:  :crying:  :dead: 
:desperate:  :yeah:  :evilsmirk:  :good:  :senang:  :angry:  :hi:  :info:  :ngakak:  :lonely: 
:relax:  :crot:  :kaget:  :shy:  :sigh:  :silence:  :hero:  :sweating:  :peace:  :wait: 
:calm:  :siul:  :busy:  :wow:  :wtf:  :yawn:  :ill:  :noooo:  :notlisten:  :ngamuk: