Pengalaman ke Pulau Tidung ( Jembatan Cinta, Tidung Kecil, Tidung Besar )

Awal trip ke Pulau Tidung pada tanggal 5-6 Maret 2011 ini berawal dari keinginan saya untuk melakukan trip ke luar Jakarta. Sempat terbesit di pikiran untuk melakukan trip ke Bandung atau Puncak, namun karena waktu yang terbatas hanya 2 hari 1 malam (Sabtu – Minggu), saya pun mencari alternatif tempat yang lain. Setelah googling seharian dan mencari info sana sini, akhirnya di putuskan lah perjalanan ke pulau Tidung dan menggunakan jasa “Gala Explorer” di kaskus dengan biaya per orang 300ribu (All Include).

Keramaian di Muara Angke

Pada hari-H nya setiba di Pasar Muara Angke, langsung tercium aroma amis khas ikan laut, ingin cepat-cepat rasa nya saya ke pelabuhan nya untuk menghindari bau yang menyengat itu. Tetapi begitu sampai ke pelabuhan nya ternyata suasana ramai sekali, tetapi kami sadar itu juga karena salah kami datang telat skitar pukul 6.40 pagi.

Saya pun langsung bertanya ke tour Guider tentang kapal yang akan kami tumpangi. Sial nya di hari itu cuaca mendung sekali, “Pasti main hujan-hujanan ni di kapal” keluhku dalam hati. Untung saja kami sudah naik kapal ketika hujan kencang turun. Perjalanan pun di mulai, yuhuuuuuuu….. :wow:

* * * * *

Mengutip dari Wikipedia, Pulau Tidung adalah salah satu kelurahan di kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, Indonesia. Pulau ini terbagi dua yaitu, Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Pulau Tidung yang terdiri dari Tidung Besar dan Tidung Kecil yang dihubungkan oleh jembatan panjang yang dinamakan Jembatan Cinta oleh penduduk setempat.

Pulau Tidung ini terletak di Kepulauan Seribu Selatan bagian barat, dengan jarak tempuh kurang lebih 3 – 4 jam perjalanan dari Muara Angke dengan kapal penumpang. Di pulau ini dapat ditemui perkampungan penduduk dan beberapa warung yang menyediakan makanan dan minuman ringan.


Selama perjalanan di dalam kapal, buat saya yang pertama kali menaiki kapal, keadaan nya cukup terkendali dalam artian tidak membuat mual. Namun asap khas solar yang keluar dari mesin kapal membuat saya agak lumayan membuat saya sesak.

Saya pun memilih duduk di dek atas menghirup udara segar walau keadaan nya juga sedang hujan, keadaan dek bawah sesak oleh asap dan keadaan dek atas  basah dan dingin karena hujan membuat saya dan teman-teman bergumam sesekali namun hanya bisa pasrah hingga sampai ke pulau Tidung.

Suasana di Dek Atas Kapal menuju Tidung

Akhirnya sekitar pukul 10.30 pagi kapal kami bersandar ke pulau Tidung. Kami pun langsung di antar ke homestay dan di suguhkan makan siang dan minuman kelapa muda. Setelah menyantap hidangan yang ada, kami memilih beristirahat terlebih dahulu untuk mengumpulkan tenaga baru sebelum mengarungi pulau yang indah ini.

Keadaan sekitar rumah penduduk di Pulau Tidung

Setelah beristirahat sekitar 45 menit, kami pun akhirnya bersiap diri untuk menyusuri setapak demi tapak keindahan dari pulau ini. Di depan pintu pagar homestay kami sudah berjejer rapi sepeda yang akan kami gunakan menuju pantai di pulau Tidung Besar. Saya pun bergegas menaiki sepeda dan mulai mengayuh pedal sepeda dengan semangat :D

Sambil mengayuh sepeda, saya pun mengamati keadaan sekitar yang cukup ramai juga oleh wisatawan lain. O ya tidak usah takut di tabrak mobil ketika mengayuh sepeda, karena sepengamatan saya tidak ada mobil di sana, yang ada hanya lah kendaraan roda dua sepeda dan motor.

Parkiran Sepeda di Pantai Tidung

Sesampai nya di pantai, kami pun semua memakirkan sepeda dengan rapi dan langsung berlari ke pantai untuk sekedar membasahi kaki saja. Lalu berlanjut menyusuri jembatan Cinta yang panjang yang menghubungkan tidung besar dan kecil. Ketika menyusuri jembatan Cinta, terlihat beberapa bagian jembatan yang bolong atau mulai rapuh, sehingga harus berhati-hati ketika melewatinya, daripada tercebur ke dalam pantai :)

Gaya dulu di atas Jembatan Cinta

Pemandangan dari atas Jembatan Cinta

Namun memang indah pantai di pulau Tidung ini, air nya masih bening sehingga terlihat isi dalam air pantai tersebut, sayang saya hanya bisa melihat dari atas jembatan saja :(

Pulau Tidung Kecil

Sesampai di ujung jembatan yaitu pulau tidung kecil, kami semua hanya duduk-duduk saja melepas lelah. Lalu ada yang berpose ria untuk di foto satu sama lain bergantian. Di pulau tidung kecil ini alam nya masih asri, terlihat masih banyak pohon alam lebat di sekeliling nya. Tidak lama kami berada di pulau ini, kami pun memutuskan kembali ke pulau tidung besar sambil melakukan dokumentasi foto di jembatan Cinta.

Setelah puas berfoto kami melanjutkan acara selanjutnya yang ditunggu-tunggu saya dan teman-teman yaitu Snorkeling.  Dari dulu saya ingin merasakan sensasi snorkeling, apalagi melihat dokumentasi foto underwater, ingin sekali rasa nya melihat keindahan dalam laut secara langsung.

Di homestay, kami disuruh hanya membawa perlengkapan berharga secukup nya seperti hp, dompet, kamera. Saya sendiri memilih hanya membawa kamera, agak menyesal saya hanya membawa kamera bila saja saya bisa mengetahui kejadian yang bakal saya alami ke depan nya :suram:

* * * * *

Setelah siap dengan keadaan membawa barang seadanya, saya dan teman-teman pun menuju kapal kecil yang akan membawa kami ke spot untuk snorkeling. Di dalam kapal kami memakai diving mask, snorkel dan swimfin. Butuh waktu sekitar 40 menit menuju lokasi spot dan sesampai nya di tujuan, terlihat ada kapal lain yang merupakan kapal peserta tour lain.

Tidak berlama-lama, kami pun langsung menceburkan diri setelah memastikan perlengkapan oke untuk kedua kali nya. Brrrr…. seketika badan menjadi dingin dan sial buat saya, kaki saya kram di dalam air tidak lama setelah menceburkan diri. Dengan berat hati, saya pun kembali naik ke atas kapal untuk menyembuhkan kram saya.

Snorkeling di Sekitar Pulau Tidung

Namun acara snorkeling ini terasa singkat bagi kami, mungkin karena kedatangan kami terlalu sore sehingga waktu yang tersisa tinggal sedikit atau langit sudah mulai gelap, entahlah.

Penangkaran Ikan di Pulau Pramuka

Foto-foto di Pulau Pramuka

Acara selanjut nya adalah mengunjungi penangkaran ikan di pulau Pramuka. Penangkaran ikan yang kami akan kunjungi adalah milik Nusa Resort. Selain ikan, terlihat banyak juga bulu babi. Ikan-ikan di sini begitu cekatan mengambil umpan makanan ikan yang kami berikan. O ya kami tidak tahu makanan ikan di dalam drum yang terdapat di sekitar penangkaran itu gratis atau tidak :D  Setelah puas berkeliling-keliling kami pun berfoto bersama-sama.

* * * * *

Lalu setelah itu kami kembali ke ke kapal untuk kembali menuju ke pulau Tidung. Kami pun ngobrol dan tertawa lepas di atas kapal sambil menikmati angin semilir. Tapi ternyata ketika kapal sudah berjalan sekitar 15 menit mendadak mesin nya mati, “Waduh!!! :wtf: ” teriakku dalam hati, mendadak ekspresi temanku juga berubah, ada yang tertawa (entah ketakutan atau senang), ada yang bingung, ada yang panik  :desperate:

Wajar kami panik, karena saat itu langit sudah mau gelap, sedangkan kami semua masih jauh sekali dari pulau Tidung dan dari pulau Pramuka sudah mulai jauh juga karena hanya terlihat tower penjaga pantai yang terdapat di pulau Pramuka.

Kapal Snorkeling

Dalam keadaan langit menjelang magrib, nahkoda kapal pun mengambil tongkat panjang dan mengayunkan berkali-kali menuju arah tower agar terlihat dan dapat mengirimkan bantuan kapal pengganti untuk kami. Namun sepertinya usaha itu sia-sia karena tidak ada balasan cahaya atau apapun dari menara tower.

Kemudian nahkoda kapal menaiki atap kapal dan mencoba menelpon teman nya, dan syukurlah teman nya dapat terhubungi. Saya bertanya kepada guider kelompok kami, “Mas, kalau langit sudah gelap, gimana cara nya kapal pengganti bisa menemukan kapal ini?” dan Guider pun menjelaskan bahwa rute yang di pakai adalah rute umum lalu lintas kapal sehingga tidak perlu khawatir dan panik. Saya melihat ke deretan bangku depan, ada sepasang suami istri dengan bayi di tangan nya, kasihan bayi nya :crying:

Menit demi menit di lalui, tak terasa langit pun akhirnya benar-benar gelap total. Saat itu penerangan hanya mengandalkan dari cahaya 3-4 handphone dengan keadaan battery terbatas. Yang pasti saat itu kami harus menjaga kapasitas battery 1 handphone sebagai penanda cahaya dari kapal kami, agar kapal lain dapat melihat keberadaan kapal kami.

Suasana sangat sunyi saat itu :lonely: , sesekali terdengar suara burung terbang, ada juga suara helikopter (*Ngarep di tolong pake helikopter*). Untuk memecah suasana itu, salah seorang teman saya pun mengajak sesi curhat di atas kapal haha.. ya saya pikir daripada diam-diam saja malah buat suasana tambah mencekam, mendingan ikut saja. 1 Hp di pakai untuk merekam video curhat kami, sifat nya hanya bercandaan saja isi nya :siul:

Tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara kapal nelayan, sontak kami semua sumringah mendengar suara kapal itu. Tapi ternyata itu bukan kapal penyelamat kami, karena arah nya berbeda, duh!  Keadaan dingin mengigil, lapar, sunyi, gelap pun terpaksa kami lanjutkan kembali.

Sampai pada akhirnya jam 19.00 kapal penyelamat datang, sempat terpikir oleh saya bahwa penyelamatan di lakukan dengan cara kapal penyelamat menarik kapal yang mesin nya mati, ternyata salah karena akan ada 2 kapal penyelamat, yang 1 untuk kapal penumpang, yang 1 untuk penarik kapal. Kapal yang kami naiki berbeda karena nahkoda ada di belakang, dengan lihai dia memainkan kemudi kapal berbentuk tongkat panjang dengan kaki nya.

Sesampai di pulau Tidung yang sudah gelap, kami semua pun bergegas ke homestay. Ada yang memilih langsung tidur, mandi, main kartu, nonton tv, dan memainkan hp untuk melanjutkan chatting mungkin yang tertunda :D  Saya sendiri pun memilih mandi dan tidur walau sehabis itu ada acara BBQ ikan bakar karena rasa letih yang luar biasa sekali.

* * * * *

6 Maret 2011

Indah nya Pantai di Pulau Tidung

Keesokan hari nya di pagi hari nya kami semua pun menuju pantai kembali untuk bermain air nya. Kami tidak mengejar sunrise berhubung masih capek sekali rasa nya akibat kejadian semalam. Sesampai di pantai kami memesan indomie rebus untuk sekedar mengisi perut kami yang kosong.

Namun ada juga yang langsung bermain bola di pasir pantai. Selesai makan, langsung saja pun berenang di pantai nya, tapi karena masih newbie, jadi berenang nya di tempat yang dangkal hehe… Tidak jauh dari bibir pantai, terdapat banner penjual jasa Banana Boat, tanpa pikir panjang saya dan teman saya pun mendaftar, sambil mengantri, saya memperhatikan rute-rute Banana Boat tersebut.

Dan pada akhirnya tibalah giliran saya dan teman-teman. Sensasi Banana Boat sangat mengasyikan, di ciprat air kiri kanan, lalu sengaja di jatuhkan pada titik tertentu menambah keseruan permainan ini.

Hiburan selama di Homestay

Setelah cukup puas bermain di pantai ini, tiba lah waktu nya untuk kami pulang ke homestay. Sesuai rencana kami akan checkout pukul 12.30 di lanjutkan menaiki kapal pukul 13.00 siang. Ketika teman-teman saya duluan pulang ke homestay, saya pun memilih berhenti di tengah jalan untuk mengabadikan bersih dan indah pantai di pulau Tidung ini (yang masih belum terjamah).

Setelah itu saya pulang ke homestay, mandi, packing dan makan siang. Tepat pukul 12.00 kami check out dan mengucapkan terima kasih kepada Guider dan pemilik homestay :D dan akhirnya setelah menunggu beberapa menit, sekitar pukul 13.00 kami semua pun menaiki kapal untuk pulang, “Bye2 Tidung, sampai jumpa ya next time :bye: ” ucap saya pelan.

* * * * *

Bye Tidung…

Awal nya saya pikir perjalanan akan baik-baik saja, tapi ternyata memang nasib lagi sial buat kelompok kami :(  Kapal baru berjalan sekitar 30menit, dan tiba-tiba mesin kapal mati! Saat ini keadaan buat saya lebih parah di bandingkan malam hari kemarin, karena pada kali ini ombak begitu kencang sekali, membuat kapal goyang kiri kanan seperti akan tenggelam.

Suasana saat itu sangat mencekam, saya melihat ada seseorang bapak-bapak menelpon dan bersuara agak keras sehingga terdengar jelas sedang menelpon seorang polisi dan meminta bantuan. Namun lucu nya, ada sekelompok anak muda yang mancing, dan ada sepasang suami istri pedagang yang tertidur biasa, dan berkata bahwa hal ini biasa, saya hanya bisa nyengir kuda mendengar perkataan itu.

Terombang-ambing dalam Kapal

Setelah 20 menit terombang-ambing yang menurut saya makin dahsyat ombak nya, saya pun pada akhir nya memilih muntah saja :ill: karena minyak angin, permen pedas dan obat pencegah masuk angin yang saya minum sepertinya tidak mampu menahan nya. Setelah melakukan hal menjijikan itu, akhirnya lega juga di leher dan perut saya :cheer:

Sekitar 1 jam kemudian, saya terbangun dari tidur karena pada akhirnya kapal penyelamat datang dan seluruh penumpang pindah. Namun sayang nya kapal ini tidak kembali langsung ke Jakarta, melainkan ke Tidung kembali untuk menjemput wisatawan yang akan pulang ke Jakarta. Dan pada akhirnya kapal pun sampai di Jakarta sekitar pukul 19.30 malam.

Dan berakhirlah cerita pengalaman saya ke pulau Tidung, terima kasih sudah mau membaca isi post ini, salam Traveller!

We Are Born to Be Free!

 

3 thoughts on “Pengalaman ke Pulau Tidung ( Jembatan Cinta, Tidung Kecil, Tidung Besar )

  1. Pulau Tidung

    Pulau tidung memang sudah menjadi objek wisata yang menabjubkan, hal ini disebabkan karena keindahan dan berbagai pesonanya yang menarik. Terlebih lagi berbagai jenis keindahan yang dimilikinya kini sudah menjadi luar biasa, banyak wisata luar atau dalam negeri sudah membuktikannya. Salam pulau tidung.

    Reply


Jangan Malu-Malu Tinggalkan Komentar ya!
Komentar Anda Sangat Berarti Buat Saya

Your email address will not be published. Required fields are marked *

:star:  :ahaaah:  :suram:  :beg:  :bye:  :cheer:  :confused:  :keren:  :crying:  :dead: 
:desperate:  :yeah:  :evilsmirk:  :good:  :senang:  :angry:  :hi:  :info:  :ngakak:  :lonely: 
:relax:  :crot:  :kaget:  :shy:  :sigh:  :silence:  :hero:  :sweating:  :peace:  :wait: 
:calm:  :siul:  :busy:  :wow:  :wtf:  :yawn:  :ill:  :noooo:  :notlisten:  :ngamuk: