Hari 2 : Jalan – Jalan di Jogja (Taman Wisata Plawangan Turgo, Offroad di Merapi, Candi Prambanan)

03 Maret 2013

Itinerary Trip Jalan-Jalan Jogja (03 Maret 2013) SelectShow

Dan tibalah hari bagi kami untuk melakukan offroad di sekitar Merapi Jogja ini, saya begitu excited melakukan trip ke Jogja ini karena ada nya jadwal offroad pada itinerary, maklum belum pernah offroad menggunakan jeep, kalau pake motor bebek sih pernah waktu ke Curug Malela, Bandung Barat. Setelah check out dari Hotel Merapi di Kaliurang.

kami pun menuju ke rumah makan di sekitar Taman Nasional Gunung Merapi untuk mengisi perut terlebih dulu. Suasana masih sepi pengunjung saat itu dan kami memutuskan makan di rumah makan yang menggantung kelinci mati di depan rumah makan nya :suram:

Taman Wisata Plawangan Turgo, Jogja

Gerbang Taman Wisata Plawangan Turgo

Taman Wisata Plawangan Turgo

Tiket masuk taman wisata plawangan turgo ini 2 ribu rupiah saja. Di depan gerbang pintu masuk wisata ini anda akan di sambut dengan air mancur mini dan pohon yang menyerupai gerbang yang menarik untuk tempat foto-foto :star: Suasana di sini sangat lah asri dan tentu saja adem karena berada di daerah Kaliurang. Berjalan sekitar 500 m dari gerbang, kami menemukan air terjun mini karena debit air nya kecil sekali, ya mungkin mirip seperti debit air PAM di rumah saya  :evilsmirk:

Terlepas dari itu, kami semua tetap menikmati tempat wisata ini sekaligus menikmati udara pagi yang sejuk. Oh ya kata teman saya yang pernah berkunjung kemari disini banyak monyet, tetapi entah kenapa saat itu saya tidak menemukan 1 pun monyet, mungkin malu ketemu saya yang keren ini atau saya nya salah tempat mencari nya, entahlah…

Offroad di Merapi, Jogja

Jeep Offroad Merapi

Offroad di Merapi

Yippiiiieeeee,,, yeye lalala….. tiba juga waktu nya buat kami ber offroad ria di bekas erupsi merapi. Titik start offroad di mulai dari tempat parkir mobil offroad yang letak nya masih di kaliurang tapi ga tau persis letak nya karena di mobil cuma duduk manis :D . Disitu terlihat berjejer mobil-mobil jeep yang menurut saya udah cukup berumur, untuk model jeep nya persis seperti yang di gunakan di iklan rokok Djarum, sayang perjalanan offroad kali ini ga dapet sponsor dari Djarum  :sigh:

Setelah sepakat mengenai harga yang lagi-lagi saya tidak tau, akhirnya kami (total 6 orang + 1 supir jeep) menaiki 1 mobil jeep dengan rincian : duduk di depan 1 orang, di belakang berdiri 3 orang dan duduk 2 orang. Untuk start awal offroad ini saya memilih berdiri di belakang di posisi kanan dan seperti nya saya harus mengakui bahwa saya salah memilih posisi, arrgghhhhh!

Tidak seperti pemikiran awal saya bahwa jalur awal tentu masih ringan karena beranggapan pemanasan terlebih dulu, ternyata offroad ini langsung di mulai dengan jalur naik turun yang tidak rata, glekkk…. Terlebih ketika si Rima menantang si supir jeep untuk membuka jalur baru offroad, kami pun langsung mulai berteriak-teriak, entah teriak senang, takut atau cemas karena jatuh, kalau saya sih karena alasan terakhir :suram:

Saya sendiri ketika offroad ini berusaha menjaga diri agar tidak jatuh dengan mencengkram tiang pegangan di mobil sekuat mungkin, tapi sayang karena posisi di pinggir, saya pun menjadi korban pantulan dari teman saya si Desbi yang berada di tengah dan sebagai akibat nya kaki kanan saya pun menjadi memar karena beradu dengan tiang samping pada mobil, untung saja si Desbi ini punya bobot ringan, coba kalau punya bobot berat, lumayan berasa juga :dead:

Tetap Narsis walau sedang offroad-an

Tetap Narsis walau sedang offroad-an

Istirahat dulu Offroad nya :)

Istirahat dulu Offroad nya :)

Bagi kalian yang ingin foto-foto narsis di sekitar jeep offroad Merapi ini tidak perlu khawatir karena mobil akan berhenti di 1 titik untuk foto-foto narsis ria, mau gaya jungkir balik, kayang atau salto juga boleh!

Di tengah-tengah jalur offroad, mobil jeep kemudian berhenti mampir di suatu tempat yang cukup ramai. Terlihat beberapa mobil jeep, motor offroad yang sedang di geber-geber untuk mengetes mesin dan warung kopi yang di penuhi orang yang sedang istirahat.

Saya sendiri kurang tahu nama tempat ini, yang pasti pintu masuk tempat ini berupa gerbang yang di hiasi dengan tulang-tulang hewan (*tenang bukan tulang manusia*) dan di dalam nya terdapat objek batu besar yang menyerupai wajah manusia yang di namakan Batu Alien. Sebenarnya saat itu yang menjadi pusat perhatian saya di sini bukan lah Batu Alien nya, melainkan kepada pasangan dari Korea yang seperti nya lagi honeymoon *sotoy* :ngakak:

Gerbang Pintu Masuk Batu Alien

Batu Alien, Jogja

Sehabis dari Batu Alien ini, kami di ajak ke tempat wisata Kaliadem. Tidak lama kami berada disini karena saat itu kabut turun sehingga menghalangi pandangan kami ke hamparan bukit dan pepohonan di depan. Kebetulan saat itu ada orang Jogja yang sedang duduk santai di atas motor CBR 250 nya yang masih baru dan kinclong banget. Berhubung saya tidak ada objek untuk foto, maka saya pun memakai motor tersebut buat sekedar gaya (*thanks buat Rima udah bantu pinjemin*). Yang saya bingung kenapa motor model fairing seperti CBR 250 di pakai offroad yak, hanya pemilik nya yang tau…

Gaya dulu di Kaliadem

Tempat terakhir yang kami kunjungi di offroad ini adalah Museum “Sisa Hartaku”. Rumah yang dimiliki Bapak Kimin ini juga terkena awan panas pada bencana merapi terakhir dan sekarang di jadikan museum karena memajang barang miliknya mulai dari sapi peliharaan, motor, gelas dan masih banyak lagi lain nya. Di sini lagi-lagi saya bertemu turis Korea yang sebelum nya ada di Batu Alien, kalau udah jodoh emang ga kemana kali ya :shy:

Museum Sisa Hartaku

Museum Sisa Hartaku - Jogja

Museum Sisa Hartaku – Jogja

Bangkai Motor di Museum Sisa Hartaku

Bangkai Motor di Museum Sisa Hartaku

Dan berakhirlah petualangan offorad kami, petualangan yang sangat mengasyikan, seru dan menguji adrenalin :hero:

Candi Prambanan, Jogja

Dan tempat tujuan terakhir selama kami di Jogja ini bisa dikatakan sangat tidak mengasyikan. Yang kami kecewakan bukan lah pemandangan Candi Prambanan, melainkan cuaca saat kami berkunjung kesana. Cuaca memang telah terlihat mendung ketika kami sampai di pelataran parkiran Candi Prambanan.

Hingga kami membeli tiket per orang nya seharga 30.000 rupiah pun cuaca masih mendung, tidak menunjukkan tanda-tanda akan hujan besar. Nah ketika kami melewati pemerikasaan tiket dan berjalan hanya beberapa langkah saja, tiba-tiba hujan rintik-rintik kecil sudah mulai turun ke tanah  :wtf:

Ohhh nooooo….. teriak saya dalam hati agar jangan hujan deras ketika itu, namun harapan hanyalah harapan, dewa Zeus pun ngamuk dan menurunkan air deras ke bumi. Sebenarnya tujuan kami ke Candi Prambanan ini cukup dikejar waktu, karena tiket kereta menuju Jakarta pukul 17.00 sedangkan kami tiba di Candi Prambanan ini pukul 14.00.

Setengah jam berteduh di Tourist Information Center, hujan tidak menunjukkan akan berhenti, yang ada malah tambah deras. Karena teman-teman saya tidak menunjukkan gelagat ingin explore Candi Prambanan ini dengan payung, maka saya pun nekat jalan sendirian karena saya baru pertama kali nya ke Candi Prambanan ini dan tentu nya ga mau rugi juga dong 30 ribu rupiah :shy:

Pelataran yang luas di Candi Prambanan ini cukup menguras waktu, tidak tersadar oleh saya telah 1 jam berlalu sejak saya meninggalkan Tourist Information Center. Walau dalam keadaan hujan-hujanan dan sendirian, saya masih dapat menikmati keindahan Candi Prambanan ini.

Sekian catatan perjalanan saya ke Jogja yang seru dan mengasyikan ini, tentu saja saya tidak menyesal telah datang ke tempat ini dan suatu hari nanti berharap bisa kembali lagi. Terima kasih yang sudah membaca, salam Traveller!

We Are Born to Be Free!

 

6 thoughts on “Hari 2 : Jalan – Jalan di Jogja (Taman Wisata Plawangan Turgo, Offroad di Merapi, Candi Prambanan)

    • Frenky Post author

      Per tanggal 29 Maret 2014 yang lalu saya dkk baru naik offroad Merapi lagi, harga nya 1 mobil jeep 350 ribu rupiah ;)

      Reply
  1. Novi Kynesi

    wuihhh serunya offroad ke Merapi…ehm, dari dulu mau ke Kaliurang and bisa melihat dekat tuh Merapi….ke yogya ud 2 x tapi belum kesampean kesana hehehe…..

    Reply
  2. caecilia

    hahaha. kisah kita gokil ya. sebenarnya yg mendebarkan itu saat2 terakhir kita meninggalkan jogja. mennnn itu seru abis, mengacu adrenalin sampe mas (gw lupa namanya) ngebut. seru lah. hahaha. ditunggu kisah pejalan kita berikutnya. :D

    Reply
    • Frenky Post author

      iya bener banget, kisah akhir2 pas mau ke stasiun lempuyangan sebenar nya seru banget, tapi sayang dah kepanjangan postingan ny ini haha.. Oke semoga kita bisa jalan-jalan bareng lagi yakkkk.. :D

      Reply


Jangan Malu-Malu Tinggalkan Komentar ya!
Komentar Anda Sangat Berarti Buat Saya

Your email address will not be published. Required fields are marked *

:star:  :ahaaah:  :suram:  :beg:  :bye:  :cheer:  :confused:  :keren:  :crying:  :dead: 
:desperate:  :yeah:  :evilsmirk:  :good:  :senang:  :angry:  :hi:  :info:  :ngakak:  :lonely: 
:relax:  :crot:  :kaget:  :shy:  :sigh:  :silence:  :hero:  :sweating:  :peace:  :wait: 
:calm:  :siul:  :busy:  :wow:  :wtf:  :yawn:  :ill:  :noooo:  :notlisten:  :ngamuk: