Berteman dengan Alam di Pulau Peucang, Ujung Kulon

Jika anda berpikir ke Pulau Peucang ini hanya untuk sekedar berjalan-jalan saja dan menghilangkan penat dari kerjaan, gue rasa tempat ini bukan tempat yang tepat, karena perjalanan nya yang memakan waktu kurang lebih 14 jam dari Jakarta sehingga membutuhkan fisik yang optimal. Tapi gue bersyukur udah dapat menjelajahi tempat ini dan harus bilang WOW  sekencang-kencang nya :good: karena telah dapat melihat alam Indonesia yang begitu indah.

Seperti trip-trip gue sebelumnya, trip kali ini juga gue ga ribet-ribet amat ngikut nya. Berawal dari ajakan di grup oleh Bro Joshua (teman trip Pangandaran dan Sawarna) ke Pulau Peucang tanggal 14 – 16 Desember 2012, gue pun langsung daftar diri untuk ikut. Mikirnya sih pengen liat alam yang masih alami terus sok-sok pengen berteman dengan alam gitu deh gue, sok-sok petualang banget deh gue :hero:

Hari H nya pun tiba dengan meeting point di Slipi Jaya, jam 10 malam gue berangkat dengan total peserta cowok semua 6 orang dalam mobil (termasuk gue) dan 1 orang lagi menyusul dengan naik motor ketemu di pom bensin sekitar cilegon. Mobil yang gue tumpangi sendiri akhirnya sampai di Desa Sumur sekitar pukul 07.00, lama nyampe nya gara-gara sedang ada pembetonan jalan di sekitar Anyer-Carita jadi harus sistem buka tutup jalan. Sesampai di desa sumur mampir dulu foto-foto di Maskot Taman Nasional Ujung Kulon, udah itu lanjut makan pagi ke salah satu rumah makan sekalian perengangan badan.

Maskot Badak di Taman Nasional Ujung Kulon

Selamat Datang di Taman Nasional Ujung Kulon

Selamat Datang di Taman Nasional Ujung Kulon

Habis makan lanjut lagi perjalanan untuk menuju Sunda Jaya Home Stay di Desa Taman Jaya. Nah perjalanan buat ke desa Taman Jaya harus sabar lahir batin dan juga gue saranin jangan pake mobil pribadi soalnya jalanan nya rusak parah kan sayang tuh kalau mobil pribadi mending pake mobil rental kaya rombongan gue :siul:

Jalan Hancur di Desa Taman Jaya

Jalan Hancur di Desa Taman Jaya

Sunda Jaya Homestay - Ujungkulon

Sunda Jaya Homestay – Ujungkulon

Akhirnya setelah terombang ambing di darat selama 2 jam dan mampir foto-foto di pantai di desa Taman Jaya, sampai juga mobil rombongan gue di Sunda Jaya Homestay (CP Pak Komar 081806181209), gue pun memilih tidur-tiduran sejenak di pelataran homestay itu sambil menunggu keberangkatan kapal. Di sini di mulai lah sharing cost buat biaya di Pulau Peucang nanti, yang gue cuma ingat biaya kapal 2 juta soalnya biaya paling mahal ini di antara biaya-biaya lain.

Karena total anggota gue cuma 7 orang, lumayan juga kena nya, jadi nya sih total-total seluruh sama homestay makan dan lain-lain jadi nya 460ribu / orang. Gue saranin kalau ke sini minimal ber 15 orang biar sharing cost kapal nya jadi murah, kapal nya bisa muat sampai 20 orang.

Pantai di Desa Taman Jaya (Nb : Gak tau Namanya)

Transportasi Kapal ke Pulau Peucang

Transportasi Kapal ke Pulau Peucang

Akhirnya gue menginjakkan kaki pertama kali nya di Pulau Peucang pukul 14.30 setelah menempuh perjalanan 3 jam lama nya. Perjalanan tidak terlalu terasa karena gue habiskan dengan tidur nyenyak di atas kapal, efek obat antimo gue rasa :D. Saran gue jangan lupa mulai pakai sunblock dari sini kalau ga mau kulit nya kebakar, panas nya nusuk banget ke kulit, suerrrr!  Pas udah sampai di Pulau Peucang ini, gue langsung kagum ama pemandangan pantai sekitar nya. Air nya bening banget dan warna nya gradasi terus banyak banget juga ikan yang berenang di sekitar dermaga kapal, cocok banget buat mancing! :evilsmirk:

Pantai di Pulau Peucang, UjungKulon

Ikan di sekitar Dermaga Pulau Peucang

Ikan di sekitar Dermaga Pulau Peucang

Maskot Pulau Peucang

Maskot Pulau Peucang

Oh ya buat kalian yang mau kemari, ga usah mikir buat nenda karena di sini ada homestay yang di sewakan. Rombongan gue sendiri menyewa homestay yang namanya “Fauna”, untuk masalah harga kurang tau juga karena udah di urus sama teman rombongan gue. Homestay nya nyaman dan kamar mandi nya ada 7 (luar semua), tapi untuk listrik cuma nyala mulai dari jam 6 sore, cukup wajar mengingat listrik hanya mengandalkan dari genset.

Di depan homestay sendiri satwa liar jalan-jalan bebas seperti rusa, monyet, babi ngepet eh babi hutan maksud gue. Satwa liar tadi sepertinya juga tidak terganggu dengan kehadiran kita, apa mungkin di anggep teman jauh kali ya, ya ga tau juga deh, secara gue ga bisa baca pikiran hewan :ngakak:

Homestay “FAUNA” di Pulau Peucang

Setelah menaruh barang di homestay, gue dan teman-teman pun makan siang terlebih dulu di kapal. Setelah makan lalu kapal berlayar mengantarkan rombongan menuju destinasi pertama yaitu Pulau Cibom yang letak nya tidak jauh dari Pulau Peucang, sekitar 30 menit an berlayar menggunakan kapal.

Di Pulau Cibom ini, tujuan utama adalah trekking menuju Mercusuar dan Tanjung Layar dengan estimasi waktu 1 jam. Sepanjang perjalanan, gue melewati hutan-hutan yang masih alami banget dan karena masih alami nya itu maka banyak juga nyamuk malaria, jadi jangan lupa poles obat nyamuk ke sekujur badan yak kalau mau ke sini :info:

Jalur Trekking ke Tanjung Layar

Jalur Trekking ke Tanjung Layar

Mercusuar di Tanjung Layar

Sebelum mencapai Tanjung Layar, rombongan gue mampir dulu ke mercusuar di daerah tanjung layar ini. Cuma ada satu orang bapak-bapak yang sudah berumur waktu itu yang sedang berjaga. Mercusuar yang ada di pikiran gue itu awal nya keren banget kaya di film Titanic gitu deh, ternyata mercusuar di sini lebih mirip seperti BTS.

Kata bapak yang jaga di situ, mercusuar jaman peninggalan Belanda sudah hancur gara-gara gempa gunung Krakatau dulu, sedangkan mercusuar yang mirip BTS ini baru saja di bangun di tahun 2010 lalu. Tidak lama kami berada di tempat ini karena kebetulan juga tidak ada yang mencoba menaiki mercusuar ini termasuk gue, tinggi bener!

Trekking kemudian di lanjutkan menuju Tanjung Layar yang mana adalah sebuah area terbuka hijau yang di kelilingi batu-batu karang yang menjulang tinggi ke atas. Hantaman ombak keras yang beriringan menyapu karang di sekitar pantai menambah suasana keren tempat ini. Di tempat ini juga terdapat sebuah monumen mini yang menandakan sebagai titik nol yaitu titik yang menunjukkan titik terbarat dari Pulau Jawa, dalam hati gue berteriak “Wow, gue sekarang ada di titik nol Pulau Jawa!” :cheer:

Monumen Titik Nol - Tanjung Layar, Ujung Kulon

Monumen Titik Nol – Tanjung Layar, Ujung Kulon

Titik Nol - Tanjung Layar, Ujung Kulon

Titik Nol – Tanjung Layar, Ujung Kulon

Mendaki Batu Karang di Tanjung Layar, UjungKulon

Narsis di Tanjung Layar, Ujung Kulon

Narsis di Tanjung Layar, Ujung Kulon

Perjalanan kemudian di lanjutkan menuju ke Pulau Cidaun letak nya tidak jauh dari Cibom, kurang lebih 30 menit perjalanan dengan kapal. Di Cidaun rombongan kami akan di ajak melihat sekumpulan Banteng di Padang Pengembalaan Cidaun. Trekking nya sendiri menuju Padang Pengembalaan hanya memakan waktu 10 menit.

Ketika gue dan kawan-kawan sampai kesana, kumpulan banteng yang sedang asik-asik makan rumput tiba-tiba kompak ngelihat ke arah rombongan kami. Banteng di sini lebih terlihat seperti sapi, pokoknya sangat jauh dari bayangan banteng yang biasa gue lihat di tv dalam acara matador gitu. Berhubung langit juga sudah gelap karena waktu sudah menunjuk pukul 18.00, kami tidak berlama-lama di sini.

Tidak lupa juga gue mengambil foto sunset dari pulau ini karena warna langit nya lagi keren-keren nya.

Banteng Jawa Cidaun - Ujung Kulon

Banteng Jawa Cidaun – Ujung Kulon

Sunset di Sekitar Pulau Peucang

Acara malam itu di tutup dengan makan malam di dermaga kapal dengan sajian nasi, ikan bakar, indomie goreng dan sambal. Walau sederhana, tapi menu ikan bakar nya maknyos benar rasanya di lidah dan sambal nya juga enak rasanya, hebat ni ABK nya yang masak. Malam itu di sinari cahaya bintang di langit, kami ngobrol-ngobrol sejenak dan bercanda ria seperti sudah kenal lama, sungguh indah momen saat malam keakraban seperti ini :calm:

Minggu, 15 Desember 2012

Pukul 05.30 gue terbangun dari tidur karena alarm hp yang gue set kemarin. Jadwal hari ini hanya lah tinggal trekking ke Karang Copong dan Snorkeling. Sebelum perjalanan trekking di mulai, gue dan kawan-kawan sempatkan diri terlebih dulu menyapa monyet dan babi di sekitar homestay. Gue sendiri masih berusaha menghilangkan kantuk di mata dan mencoba menyegarkan pikiran dengan menghirup udara bersih dalam-dalam, sungguh segar rasanya.

Pukul 06.15, akhirnya kami pun memulai trekking yang kata guider nya memakan waktu 45 menit sekali jalan. Perjalanan trekking ini sendiri menurut gue santai dan nyaman karena cuaca dan udara nya yang segar selain itu sebenarnya trekking ini tidak terlalu membutuhkan bantuan guider karena jalan setapak sudah di tandai dengan cat merah dan paku yang di tancapkan pada pohon.

Pohon Besar di tengah perjalanan trekking menuju Karang Copong

Di tengah perjalanan, kami sempatkan berfoto terlebih dahulu di pohon yang ukuran nya besar sekali dan akarnya yang raksasa menembus tanah dan melingkar-lingkar membentuk terowongan. Sepengamatan gue sih pohon-pohon di sini rata-rata juga sebesar yang ada di foto, tapi memang yang paling besar yang di foto, mungkin faktor akar nya juga yang ribet bener. Ada beberapa pohon besar juga yang roboh dan menghalangi jalur trekking sehingga harus melompati pohon besar roboh itu. Guider kami memberitahukan sesekali ada lutung dan rusa, tapi sayang setiap mau gue foto langsung kabur, faktor masih malu-malu mungkin hahaha….

Gue sih ngarep nya ngeliat badak langsung dengan mata gue, cuma sayang hal itu mustahil mengingat badak itu hewan yang sangat pemalu dan pandai bersembunyi, indera pendengaran nya itu tajam sekali, yah nasih udah datang-datang jauh ke sini kaga bisa ngelihat badak :wait:

Dan akhirnya sampai juga gue di akhir perjalanan trekking ini yaitu di atas bukit yang view nya langsung menghadap Karang Copong. Sejujurnya gue masih penasaran alasan sesungguh nya di namakan “Karang Copong”, kalau analisis gue sih karena tengah-tengah karang itu bolong maka di namakan Karang Copong, kenapa bisa Copong di tengah-tengahnya? Kalau yang ini gue kaga bisa analisis dah, tebak-tebak sendiri aja :ahaaah:

Karang Copong UjungKulon

Setelah cukup duduk-duduk melepas lelah di atas bukit ini, kami pun memutuskan kembali ke homestay melewati rute pantai karang copong, pasir nya halus seperti di pantai peucang, halus nya seperti tepung terigu, ga percaya? coba aja datang sendiri terus rasain :ngakak:

Sesampai di homestay, gue dan kawan-kawan pun bergegas menyiapkan diri untuk acara terakhir yaitu snorkeling di sekitar Pulau Citerjun dan Cibom. Sayang cuaca saat itu tidak terlalu cerah, sehingga keindahan bawah laut di sini tidak terlalu terlihat jelas, tapi gue tetap menikmati snorkeling ini. Sebelum kembali ke homestay, gue dan kawan-kawan sempatkan bermain air di pesisir pantai di Pulau Peucang yang pasir nya halus bener seperti tepung terigu terus juga airnya bening poll, ga nyesel banget datang ke sini :senang:

View Snorkeling di sekitar Pulau Peucang

View Snorkeling di sekitar Pulau Peucang

Pantai Peucang, Ujung Kulon

Dan akhirnya tiba juga perpisahan dengan Pulau Peucang, teman-teman sepermainan seperti monyet dan babi hutan dan bapak penjaga Pulau Peucang. Gue sendiri merasa tepat pilihan gue udah datang ke tempat ini dan belajar berteman dengan alam :hero:

Sampai jumpa di post berikut nya di tempat yang baru dan terima kasih sudah membaca cerita perjalanan ini, Salam Traveller!

We Are Born to Be Free!

 

51 thoughts on “Berteman dengan Alam di Pulau Peucang, Ujung Kulon

  1. dudi aguestya

    oke gan skarag ku mau ngasih saran kesmua y
    klo mau ke ujung kulon
    silhkn hubungi yg puya kapal langsung085716557165

    Reply
    • Frenky Post author

      Kalau wisata Snorkeling dan jalan-jalan sekitar Pulau Peucang nya sih oke aja untuk anak kecil, tapi kalau wisata trekking nya kurang cocok untuk anak kecil karena jalur nya panjang dan melewati hutan belantara.

      Menurut saya sih aman dan nyaman buat anak kecil jika hanya sebatas wisata snorkeling dan sightseeing di sekitar pulau peucang nya :)

      Reply
  2. Dwi

    Hei Gan, aku ada rencana buat ke Pulau Peucang,mau tanya itu kapalnya 2 juta buat berapa lama?nterus ada guidernya gitu ya?

    Reply
    • Frenky Post author

      Hai Dwi, kalau waktu itu sih 2 juta buat selama 2 hari, jadi nyebrang sabtu jam 11 pagi gitu terus kembali balik lagi minggu jam 4sore-an.

      Selama di Pulau Peucang ada guide nya dari pengelola di sana, untuk masalah tarif lupa saya, yang pasti udah ada tarif resmi nya di sana, sekalian sama harga kamar nya.

      Reply
    • Frenky Post author

      Waduh waktu itu yang ngurus teman gue ni bro, tapi dia bukan travel agent.

      Kalau mau telp ke orang kapal aja langsung, nanti langsung di urusin semua harus nya, CP Pak Komar 081806181209

      Reply
  3. pinto kusuma

    bro boleh minta rincian biaya ke peucang ga ? ane minat nih tp blm tau rinciannya, nyari di beberapa catper masih belum dapet gambaran

    makasih sebelumnya :D

    Reply
    • Frenky Post author

      Wah sorry masbro, berhubung waktu itu ane tinggal terima jadi aja harga All-In nya dan juga udah cukup lama trip nya, jadi maaf ga bisa kasi detil rincian harga nya nih :lonely:

      Reply
  4. Astien

    Bung Frenky hehe
    boleh minta email atau nomor telepon nya?
    mau tanya2 banyak untuk pulau peucang nya nih
    mau berangkat bulan ini rencana
    thank you yaaa

    Reply
    • Frenky Post author

      Hallo sis Dinna,

      Untuk kapal nya coba kontak ke sini ya, CP Pak Komar 081806181209

      Reply
  5. siti

    Mas, mau tanya lebih rinci tentang Ujung kulon dong, saya rencana kesana akhir bulan dengan teman-teman

    terimakasih

    Reply
  6. winda

    Mas…mau tnya donk…itu kapalnya bnr2 2juta hrgany..
    Tanggal 30 iniz mau kesana..tp msihblum kebayang sih kedaan dsna ky apa..
    Jdi tuh qta nanti parkir mobil, trs sewa kapal ya untuk nyebrng ke pulau peucangnya? Trs tuh kapal untu x perjalanan ajah atau gmn?krna kemungkinan mau nginep 2hr dsna.

    Trs dipulau itu kita sewa homestay nya ga bs 1 rmh hrs 1 kamar atau gmn?
    Tp kita udh psti dpt homestay dsna, apa mesti resrved dlu?

    Klo boleh sy mnta contact mas nya ga, biar gampang nnya2..hehehee

    Thanks before

    Reply
    • Frenky Post author

      Hi Winda, waktu itu sih kapal nya 2 juta ya per Desember 2012 ( BBM belum naik ), saya ragu harga nya masih sama untuk sekarang.

      Iya nanti parkir mobil nya di desa, titip aja sama warga sekitar, terus nyebrang deh naik kapal ke Pulau Peucang, nanti dengan kapal yang sama itu keliling ke pulau-pulau lain di sekitar Pulau Peucang, jadi itu kapal nya privat buat kelompok mba aja.

      Untuk homestay sih waktu saya kesana di hari sabtu ( bukan hari besar ataupun hari kejepit ), cuma kelompok saya yang booking waktu itu, pas siang / sore nya baru ada kelompok lain yang datang. Dari pengelola nya sih di sewakan per kamar waktu itu, tapi bisa-bisa aja harusnya sewa 1 homestay gitu.

      Kalau mau tanya-tanya lagi via email aja ya mba ;)

      Reply
    • Astien

      Halo Mba Winda, salam kenal
      maaf Mba, mau tanya. Kemarin tgl 30 Jan, jadikah Mba Winda ke Pulau Peucang
      mau tanya2 juga nih hehehe
      terima kasih yaa
      ini email saya mba tien_setia@yahoo.com jika berkenan untuk ngobrol2, terima kasih.

      Reply
    • Frenky Post author

      Tergantung jumlah orang nya bro, semakin banyak semakin murah.

      Waktu itu kelompok gue sewa per kapal 2jt ( sebelum BBM naik ).

      Reply
  7. anna

    mau nanya dong, kalau menuju Desa taman Jaya, apa benar harus pake mobil 4 WD? dulu nyewanya mobil apa, sewa mobil dr Jakarta kan ? selain Sunda jaya Homestay apa ada homestay lain di Desa Taman jaya tsb, boleh diceritain fasilitas di Homestay yg di taman jaya ? makasih yaa

    Reply
    • Frenky Post author

      Tidak harus pakai 4 WD, waktu itu saya dan rombongan saja cuma memakai mobil Avanza sewaan dari Jakarta. Tapi harus siap-siap goyang dangdut selama di mobil nya karena jalan nya memang rusak parah.

      Untuk homestay di sini, saya tidak menginap di desa Taman Jaya, lebih tepat nya saya nginap di Pulau Peucang nya. Untuk penyewaan guest house nya langsung on the spot saat itu. Sunda Jaya Homestay di sini cuma memfasilitasi kapal, makan dan lain-lain di luar penginapan.

      Fasilitas nya standard, 1 kamar cuma di kasi 2 ranjang dan 1 extra bed, kipas angin. Untuk kamar mandi jangan khawatir karena tersedia banyak dan cukup bersih. Listrik nya tidak menyala 24 jam, hanya menyala dari Magrib hingga pagi jam 6 ke esokan hari nya.

      Reply
  8. Ardi

    Bro numpang tanya dong, kalo pulang dari pulau peucang nya gimana? itu sewa kapal 2 juta udah pergi and pulang plus ke pulau2 sekitar peucang yah bro? Kalo ane kesana 3 hari 2 malem tuh kapal nungguin apa gimana bro sistemnya? ane serem bro kalo disuruh bernang pulangnya, sama lebih serem sih kalo pulangnya disuruh bayar 2 jt lagi..Tengkyu yah bro info nya mantep nih ! ane soalnya mau going solo alias ga pake bawa2 temen bro..

    Reply
    • Frenky Post author

      Iyap benar bro, 2 juta itu full time berangkat – pulang dan di antar ke sekitar pulau Peucang nya.

      Tapi gw ga tau harga itu udah termasuk sewa kapal kecil lom pas buat nyebrang ke Pulau Cibom. Jadi pas ke Pulau Cibom itu kapal besar nya berhenti tidak jauh dari Pulau Cibom nah di lanjutin pake kapal kecil gitu…

      Tnang bro itu kapal pasti nungguin koq, malah klo mo hemat duit kalau misal nya bro mau tidur di kapal juga boleh aja sama awak nya, nanti tinggal numpang mandi aja ke kamar mandi di homestay nya hehe..

      Reply
  9. Rino Nugrozz

    Harga nya seingat gue sekitar 200 ribu-an PER KAMAR bukan PER RUMAH. 1 Kamar dapet 2 ranjang + 1 bed cover (lantai).

    1 kamar maksimal berapa orang bro?? maklum low budget :sweating:

    Reply
    • Frenky Post author

      Untuk kenyamanan mungkin maximal 4 orang aja bro, soalnya :sweating: kalau kebanyakan orang, per kamar cuma dapat 1 kipas angin soalnya :lonely:

      Reply
  10. Rino Nugrozz

    Bro, Kalo di peucang’a sendiri ada brp kamar atau homestay??

    Petualangan’a mantap nie, jadi pengen ke peucang segera :crying:

    Reply
    • Frenky Post author

      Kalau homestay nya seingat gue ada 3 rumah, tapi 1 rumah itu terdiri dari beberapa kamar.

      Waktu gue kesana nyewa 2 kamar di homestay “FAUNA”, dan di homestay itu juga ada tamu lain yang nyewa kamar lain dihomestay yang sama hehe..

      Reply
    • Frenky Post author

      Waktu itu sewa nya On The Spot tanpa campur tangan Pak Komar.

      Harga nya seingat gue sekitar 200 ribu-an PER KAMAR bukan PER RUMAH. 1 Kamar dapet 2 ranjang + 1 bed cover (lantai).

      Reply
    • Frenky Post author

      Boleh banget bro!

      Sunda Jaya Homestay (CP Pak Komar 081806181209)

      Tinggal contact aja nomor diatas untuk makan + sewa kapal, kalau penginapan di peucang nya langsung On The Spot waktu itu gw dan teman2

      Reply
  11. bring

    bro tanya dong, kalo naik kendaraan pribadi dari jkt ke sana, nyimpen mobilnya dimana pas nyebrang ? aman ga ?
    thanks

    Reply
    • Frenky Post author

      Klo waktu itu mobil nya di taruh di depan rumah nya si Pak Komar langsung.

      Harus nya aman sih karena waktu itu juga di jagain langsung ama si dia, tapi lebih buat jaga-jaga, mobil nya di kunci ganda saja :D

      Reply
    • Frenky Post author

      iy ga salah, itu sewa 1 kapal ga cuma nyebrang ke Peucang aja, tapi buat jaalan2 ke pulau sekitar Peucang.

      Pasti nya harus sharing dong, makin rame makin sip! (max 15orang)

      Reply
    • Frenky Post author

      Sunda Jaya Homestay (CP Pak Komar 081806181209)
      udah di atur itinerary nya oleh guider nya sesuai kondisi cuaca juga
      Jangan ragu untuk datang, tidak akan menyesal deh! :)

      Reply
      • yuli

        mau tanya dong …ga perlu pake minum pil kina yah kesana nya cukup dg pake lotion anti nyamuk doang…ok thanks for info

        Reply
        • Frenky Post author

          ga perlu, waktu gw kesana cm modal lotion anti nyamuk aja. Di homestay nya kaga ada nyamuk, yg banyak itu pas di hutan nya, jadi mending pake lengan panjang aja pas di hutan nya :D

          Reply


Jangan Malu-Malu Tinggalkan Komentar ya!
Komentar Anda Sangat Berarti Buat Saya

Your email address will not be published. Required fields are marked *

:star:  :ahaaah:  :suram:  :beg:  :bye:  :cheer:  :confused:  :keren:  :crying:  :dead: 
:desperate:  :yeah:  :evilsmirk:  :good:  :senang:  :angry:  :hi:  :info:  :ngakak:  :lonely: 
:relax:  :crot:  :kaget:  :shy:  :sigh:  :silence:  :hero:  :sweating:  :peace:  :wait: 
:calm:  :siul:  :busy:  :wow:  :wtf:  :yawn:  :ill:  :noooo:  :notlisten:  :ngamuk: