Pengalaman Trip ke Tibet dan Everest Base Camp – Unforgettable Moment!

Setelah berhasil meninggalkan jejak di kota Tibet dan melihat langsung keren nya Gunung Everest untuk trip selama kurang lebih 13 hari, maka di post ini gue akan sharing segala hal tentang Tibet berdasarkan pengalaman gue sendiri, mulai dari info bagaimana cara ke Tibet dan Everest Base Camp, berapa harga ke Tibet dan Everest Base Camp, itinerary ke Tibet dan Everest Base Camp dan informasi lain nya yang berguna buat kamu yang ingin merasakan bagaimana religius nya kota Tibet dan dingin nya Gunung Everest.

Trip ke Tibet dan Everest Base Camp ini menurut gue merupakan trip yang worth it di lakukan ‘cukup’ sekali seumur hidup karena baru pertama kali nya gue melihat pemandangan yang indah dan keren pake banget aseli! Mulai dari melihat pemandangan deretan gunung es, jalan berkelok-kelok yang gue udah kaga tau lagi jumlah kelok nya, danau yang warna air nya biru pake banget seperti kaya foto biasa buat di wallpaper laptop! Jadi inti nya di baca sampai habis ya post ini :ngakak:

* * * * *

Jalur Kereta dan Pesawat ke Tibet

Atas : Pemandangan Indah Sepanjang Perjalanan di Kereta Sleeper - Bawah : Pegunungan Himalaya dari Lhasa ke Chengdu

Atas : Pemandangan Indah Sepanjang Perjalanan di Kereta Sleeper – Bawah : Pegunungan Himalaya dari Lhasa ke Chengdu

Untuk dapat menuju Tibet, anda harus masuk dulu ke kota China terlebih dahulu, gue menyarankan mengambil antara kota Chengdu ( recommended ) atau kota Beijing sebagai start point di China sebelum anda menuju Tibet. Maskapai yang gue rekomendasikan untuk penerbangan dari Jakarta ke kota Chengdu atau kota Beijing adalah menggunakan AirAsia ( transit di Kuala Lumpur ( LCC ) – harga promo kisaran 3 juta rupiah Pulang Pergi ).

Sesudah anda berada di kota China ( di sini gue anggap start point nya kota Chengdu ), maka anda harus memilih antara Pesawat atau Kereta dari Chengdu menuju Tibet dan begitu juga sebalik nya. Berikut info masing-masing transportasi beserta plus minus nya :

NOTE : ONE WAY TRIP ( CHENGDU – LHASA 3.348 KM )

1. Kereta

  • Jarak Tempuh kurang lebih 46 jam
  • Harga Normal 1.5 juta Rupiah ( Tipe Hard Sleeper ) – 2.4 juta Rupiah ( Tipe Soft Sleeper )
  • Pintu masuk / keluar ke / dari Tibet jika menggunakan Kereta adalah Lhasa Railway Station
  • Tiket kereta ini bisa titip beli ke tour agent, pembayaran nya di muka menggunakan kartu kredit
  • Jika anda mau membeli tiket kereta sendiri, cek harga dan beli secara online tiket kereta China bisa dilakukan di CTrip atau kalau anda hanya punya satu nama di paspor beli di EtripChina
  • Pembelian tiket kereta online di China hanya bisa dilakukan untuk maksimal keberangkatan 60 hari ke depan
  • Cukup waktu untuk bisa beradaptasi dengan ketinggian ( untuk pencegahan AMS ) walau bukan jaminan juga
  • Bisa melihat pemandangan yang indah sepanjang perjalanan
  • Dapat pengalaman baru yang tak akan terlupakan!

2. Pesawat

  • Jarak Tempuh 3 jam
  • Harga Normal 3 juta Rupiah – Harga Promo 1.3 juta Rupiah
  • Pintu masuk / keluar ke / dari Tibet jika menggunakan Pesawat adalah Lhasa Gonggar Airport ( LXA )
  • Dapat di cek harga nya menggunakan SkyScanner dan kemudian beli online melalui jasa travel agent di China
  • Kurang waktu untuk beradaptasi dengan ketinggian ( untuk pencegahan AMS )

Gue sendiri waktu itu menggunakan Kereta untuk rute Chengdu ke Lhasa ( Tibet ) dan Pesawat untuk rute Lhasa ( Tibet ) ke Chengdu. Tiket Pesawat Lhasa ke Chengdu nya lumayan dapat harga tiket promo “China Eastern Airlines” seharga 1.3juta Rupiah ( harga normal 3juta Rupiah ), waktu itu gue beli melalui Chinatraveldepot karena kalau beli tiket di website maskapai nya  langsung ribet banget, ada authentikasi nomor telpon segala :sweating:

Untuk mendapatkan tiket promo, bisa dibaca tips dan trik nya pada post berikut Cara, Tips dan Trik Membeli Tiket Pesawat Promo Murah Secara Online

* * * * *

Visa China dan Tibet Travel Permit

 Visa China dan Tibet Travel Permit

Visa China dan Tibet Travel Permit

Untuk dapat masuk ke China dengan menggunakan Passport WNI Sipil, maka kita harus mempunyai Visa China. Cara mendapatkan Visa China, dapat di baca cara nya pada Cara, Syarat dan Pengalaman Membuat Visa China.

Sedangkan untuk masuk ke area Tibet, kita harus mempunyai nama nya “Tibet Travel Permit”, bahkan untuk masuk ke area Everest di butuhkan permit lain lagi yang nama nya “Aliens Travel Permit”, cukup banyak ya permit nya. Apakah ribet ngurus permit tersebut? Jawaban nya, TIDAK RIBET SAMA SEKALI  :keren:

Loh kok bisa? jadi simpel nya sih untuk masuk area Tibet ini, kita harus memakai jasa tour agent yang terdaftar, engga ada cerita kita bisa masuk ke Tibet tanpa tour agent! Alasan nya? Karena selama berada di area Tibet banyak pemeriksaan permit mulai dari stasiun kereta menuju Tibet, sebelum check in di hotel tempat menginap di Tibet, masuk ke tempat wisata di Tibet apalagi pas mau ke Everest Base Camp, banyak coy check point Permit nya :wtf:

Si tour agent akan mengurus segala permit-permit yang di butuhkan dengan syarat tentu nya kita memakai mereka sebagai tour guide kita selama di Tibet, jadi kesimpulan nya kita hanya perlu ‘cukup repot’ mengurus Visa China aja.

Berikut jasa tour agent Tibet yang bisa gue rekomendasikan :

  1. TibetTravel.org ( Gue memakai tour ini sebagai guide selama di Tibet )
  2. ExploreTibet.com
  3. ITibetTravel.com

Tips yang wajib di lakukan saat membuat Visa China SelectShow

Artikel lain yang worth it buat di baca tentang Tibet Travel Permit :

http://www.tibettravel.org/tibet-travel-permit/tibet-permits.html

http://www.exploretibet.com/visa-permits/

* * * * *

Cuaca di Tibet dan Waktu Terbaik ke Tibet

Tibet Weather Timeline

Tibet Weather Timeline

Di Tibet terdapat 4 musim yaitu Musim Semi ( April – Mei ), Panas ( Juni – Agustus ), Gugur ( September – Oktober ) dan Dingin ( November – Maret ). Waktu terbaik untuk melihat keindahan pemandangan Tibet adalah di musim Gugur ( September – Oktober ) karena cuaca nya bersahabat untuk jalan-jalan  :yeah:

Pengalaman pribadi datang ke Tibet di awal Oktober dari hari pertama – hari terakhir, gue tidak mengalami acara hujan sama sekali lalu kemudian yang paling menyenangkan tentu saja bisa melihat Gunung Everest secara clear juga, ah senang nya~ :shy:

Artikel lain yang worth it buat di baca tentang Musim dan Cuaca di Tibet :

http://www.chinahighlights.com/tibet/weather.htm

http://www.tibettravel.org/tibet-travel-advice/best-travel-time.html

* * * * *

Itinerary Tibet, Everest dan Chengdu

Itinerary ke Chengdu, Tibet dan Everest

Itinerary ke Chengdu, Tibet dan Everest

Sebenar nya tujuan utama gue dalam trip ini adalah melihat Gunung Everest secara langsung. Semua ini berawal gara-gara sehabis gue nonton film Everest ( 2015 ) dan gue langsung mempunyai hasrat untuk ( sekedar ) melihat Gunung Everest dari jarak dekat karena mustahil buat gue untuk mendaki Gunung Everest, biaya nya engga nahan, at least bisa ratusan juta sampai semilyar :sigh:

Berikut cerita perjalanan gue selama 13 hari ke Chengdu, Tibet dan Everest Base Camp, dapat di lihat detail nya pada masing-masing hari ( Link akan di update jika Post nya sudah jadi ) :senang:

Itinerary ke Tibet dan Everest Base Camp

Itinerary ke Tibet dan Everest Base Camp

* * * * *

Biaya Keliling Tibet, Everest, Chengdu – Total 13 hari

Mata Uang Yuan - China

Mata Uang Yuan – China

Biaya keseluruhan yang di keluarkan untuk Trip Tibet, Everest Base Camp, Chengdu ( 13 hari ) ini merupakan yang termahal di bandingkan trip-trip gue sebelum nya, ya tentu saja yang bikin mahal karena gue harus menggunakan tour! ( no choice ). Tapi buat gue pengalaman ke Tibet ini sangat worth it dilakukan apalagi gue juga beruntung bisa melihat Gunung Everest secara clear :cheer:

“Spend Money on Experiences, Not Things” merupakan quote yang tepat buat menggambarkan Trip ke Tibet ini. Karena experience yang di dapat memang berbeda hahaha,, detail experience yang di dapat nanti bisa di lihat pada post masing-masing ya. Untuk biaya makan di Tibet sendiri tidak mahal-mahal amat, rata-rata di kisaran 35-50Yuan sekali makan, lalu belanja di Tibet itu rata-rata berupa aksesoris begitu, ya lumayan bisa di jadikan oleh-oleh atau kenangan udah pernah ke Tibet haha…

Contoh Pajangan Oleh-Oleh khas Tibet dan ( Bonus Foto ) Sehabis Belanja di salah satu toko yang penjual nya Wanita Muslim China

Contoh Pajangan Oleh-Oleh khas Tibet dan ( Bonus Foto ) Sehabis Belanja di salah satu toko yang penjual nya Wanita Muslim China

No. Keterangan Biaya

( 1 Yuan = Rp 2.000 )

1. Tiket Pesawat Airasia PP

Jakarta – Chengdu ( Transit Kuala Lumpur )

Sharing Bagasi Ber 2

Pergi : 20 Kg – Pulang : 25 Kg

Rp 3.800.000
2. Biaya Tour 8 Hari selama di Tibet dan Everest

( All-In exclude Makan )

TibetTravel Tour 8 Days

4.620 Yuan ±= Rp 9.240.000
3. Visa China Single Entry Rp 540.000
4. Tiket Kereta Hard Sleeper ( Chengdu ke Lhasa )

Chengdu – Xining = 347 Yuan

Xining – Lhasa = 561 Yuan

908 Yuan ±= Rp 1.820.000
5. Tiket Pesawat China Eastern Airlines

Lhasa – Chengdu

650 Yuan ±= Rp 1.300.000
6. Penginapan 3 Malam di Chengdu

6.1 2 Malam di Chengdu Mrs Panda Hostel ( Dorm Room 4 orang ) = 83 Yuan

6.2 1 Malam di Chengdu Lazybones Hostel Templeside Poshpacker ( Dorm Room 4 orang ) = 40.5 Yuan

123.5 Yuan ±= Rp 247.000
7. SIM Card China Unicom – Data Only 1 GB 120 Yuan ±= Rp 240.000
8. Asuransi Travel AIG – DwiDaya Tour Rp 215.000
9. Pengeluaran Lain-Lain

( Makan, Tiket Masuk Rumah Panda, Belanja Oleh-Oleh, Beli Obat AMS – Tabung Oksigen, DLL )

1.400 Yuan = Rp 2.800.000
Total Pengeluaran Tibet, Everest, Chengdu 13 Hari Rp 20.202.000

* * * * *

Penginapan di Tibet dan Chengdu



Booking.com

Karena segala penginapan selama di Tibet sudah di atur oleh tour agent dan juga buat booking hotel gitu tetap butuh yang nama nya Tibet Travel Permit jadi nya gue engga ada info juga berapa harga permalam nya penginapan di Tibet. Tapi nanti gue akan coba review tipe kamar yang gue dapatkan selama di Tibet, ditunggu saja ya post nya :peace:

Sedangkan untuk penginapan di Chengdu itu harga rata-rata penginapan sekelas hostel untuk level nyaman dan murah di kisaran 50 Yuan / malam nya ( kamar tipe Dorm ). Gue menggunakan www.booking.com sebagai sarana tempat booking penginapan disana, bayar nya full cash langsung di hari H nya tiba di penginapan.

* * * * *

SIM Card dan VPN China

SIM Card China Unicom dan aplikasi VPN di Android

SIM Card China Unicom dan aplikasi VPN di Android

Sebenar nya internet tidak terlalu di butuhkan ya karena trip ke Tibet dan Everest Base Camp ini kan pakai tour agent, jadi otomatis segala trip nya sudah di atur sedemikian rupa sehingga tidak mungkin ada acara nyasar. Ya tapi karena gue orang nya social media addict dan travel blogger ( #halah ) jadi nya ya gue tetap memilih beli SIM Card cukup hanya dengan paket data 1 GB.

Oh ya untuk beli SIM Card ini pastikan jangan di lakukan di Tibet ya karena sepanjang perjalanan Sleeper Train Chengdu – Lhasa selama 48jam itu tidak ada Free WIFI sama sekali. Gue sendiri waktu itu membeli SIM Card China Unicom 1 GB ( 120 Yuan ) di hostel Chengdu, entah kenapa kalau beli di retail store buat foreigner engga bisa bahkan gue sempet mampir ke kantor China Mobile di Chengdu, ditolak juga buat beli SIM Card :wait:

Tapi sayang nya sehabis susah payah membeli SIM Card beserta paket data nya di China bukan berarti lalu gue bisa browsing secara bebas. Karena Internet di China itu terkenal paling ketat proteksi / filter / blok koneksi ke website search engine seperti Google atau social media seperti Facebook, Instagram atau Chat seperti LINE.

Nah untuk mengatasi koneksi yang di blok tersebut, kita membutuhkan yang nama nya aplikasi VPN ( Virtual Private Network ) dan pastikan download aplikasi tersebut sejak di Indonesia ya, karena buat penguna Android, Google Play Store juga di blok di China, engga bakal ada cerita bisa buka Google Play Store di China tanpa VPN. Berikut aplikasi VPN yang bisa gue rekomendasi kan paling gampang pemakaian nya dan untuk connect ke VPN nya mudah banget ( berdasarkan pengalaman pribadi pasti nya ) :

  1. Lantern
  2. Turbo VPN
  3. Psiphon Pro

* * * * *

Colokan Listrik di China

Colokan Listrik di China

Colokan Listrik di China

Di China itu umum nya colokan nya terdapat 2 model lubang dalam 1 tempat tapi walau terkadang juga cuma ada yang 1 model lubang ( yang bawah ). Sebenar nya model colokan listrik di Indonesia cocok dengan colokan listrik di China yang model atas tapi pengalaman sih lebih baik bawa converter colokan buat yang model lubang ( yang bawah ) agar tidak repot cari colokan karena sepengamatan gue orang China suka nya colok di colokan atas kalau di tempat umum dan colokan bawah nya di biarkan tidak terpakai misal nya ketika perjalanan dari Chengdu ke Lhasa dengan Sleeper Train.

* * * * *

Penyakit AMS ( Acute Mountain Sickness )

Tabung Oksigen dan Obat pencegah Acute Mountain Sickness ( AMS )

Tabung Oksigen dan Obat pencegah Acute Mountain Sickness ( AMS )

Jika mengunjungi Tibet, arti nya kita akan mengunjungi kota-kota yang setidak nya berada di ketinggian 3.000 mdpl ( meter di atas permukaan laut ). Mulai dari kota Lhasa ( 3.650 mdpl – sedikit lagi setara dengan Puncak Gunung Rinjani 3.726 mdpl ), kota Shigatse ( 3.800 mdpl ) dan Everest Base Camp ( 5.200 mdpl ). Sekedar info saja, Puncak Gunung Jaya Wijaya ( Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia ) berada di ketinggian 4.884 mdpl, jadi kalau anda sudah pernah menginjakkan kaki di Everest Base Camp berarti anda ( secara tidak langsung ) sudah merasakan bagaimana Puncak Gunung Jaya Wijaya :kaget:

Kelihatan nya memang seru ya bisa pergi ke salah satu kota tertinggi di dunia tapi bersiap-siaplah untuk menghadapi serangan penyakit AMS ini. Penyebab terjadi AMS ini adalah karena kadar oksigen di udara lebih tipis di bandingkan berada di dataran rendah. Gejala AMS secara umum adalah mual ( berakibat muntah ), pusing, jari berubah warna.

Gue sendiri untung nya tidak mengalami gejala AMS secara parah dan agar mencegah AMS berdampak lebih gawat ke tubuh gue, waktu itu gue berjaga-jaga membeli 1 tabung oksigen ( walau pada akhir nya tidak terpakai ) serta meminum beberapa kapsul obat asli Tibet untuk pencegahan AMS. Minum Air hangat banyak-banyak menurut gue sangat membantu banyak tubuh gue beradaptasi dengan ketinggian yang tidak biasa ini. :calm:

Artikel lain yang worth it buat di baca Acute Mountain of Sickness :

http://www.tibettravel.org/tibet-travel-advice/healthy.html

http://www.chinahighlights.com/tibet/health.htm

* * * * *

Info dan Tips Lain yang Berguna

  1. Bawa Gelas dan Botol berbahan Stainless Steel, akan sangat berguna di pakai buat menampung air panas terutama di perjalanan Sleeper Train 48jam, karena air gratis nya hanya tersedia dalam bentuk air sangat panas. Selain itu minum air hangat menurut gue sangat membantu untuk menghangatkan badan ya.
  2. Bawa Tisu Basah dan Kering yang banyak lalu Hand Sanitizer juga, akan sangat berguna untuk beradaptasi dengan ‘toilet dan wc ala China’
  3. Harus siap Mental Lahir Batin melihat ‘jackpot’ di WC umum dan mencium aroma bau air kencing yang bau sangat menyengat. Poin ini terutama harus di prepare ketika di area tenda Rongpuk Tent Gueshouse ( Area Tenda dekat Everest Base Camp )
  4. Bawa Sambel dan Makanan Praktis ( Abon, PopMie, Energen, Susu Milo ), Sambel akan sangat berguna untuk memberikan rasa ke makanan yang rasa nya hambar ( tidak di semua rumah makan )
  5. Jangan bawa bendera Indonesia karena selama di area Tibet dilarang di keluarkan, gue waktu itu berusaha foto dengan bendera Indonesia dengan latar belakang Gunung Everest langsung buru-buru di kasih tau tour guide untuk masukkin ke tas lagi hahaha
  6. Bingung mau bawa Tas Koper atau Tas Carrier? Tidak masalah mau bawa Tas Koper atau Tas Carrier karena selama perjalanan tas besar di titipkan entah di kamar hotel atau di mobil
  7. Penderita Tekanan Darah Tinggi dan Punya Riwayat Serangan Jantung sebaik nya menghindari datang ke Tibet karena alasan ketinggian tempat yang kurang sesuai
  8. Faktor umur ( muda maupun tua ) tidak berpengaruh terhadap serangan AMS, semua tergantung ketahanan tubuh masing-masing. Jadi bukan berarti anak muda tidak akan terkena AMS, karena sepengamatan gue ketika di kereta menuju Lhasa, anak muda sekitar 18-22an juga ada beberapa yang terkena AMS.
  9. Harus terbiasa buang air kecil di outdoor karena perjalanan yang di tempuh dengan mobil cukup lama dan tidak ada rest area
  10. Membeli Travel Insurance ( Asuransi Perjalanan ) sangat di rekomendasikan untuk trip ke Tibet ini

* * * * *

QUESTION ???

Jika ada pertanyaan lain seputar travelling ke Tibet dan Everest Base Camp ini, jangan ragu untuk di tanyakan ya via komentar, siapa tau gue bisa jawab :senang:


39 thoughts on “Pengalaman Trip ke Tibet dan Everest Base Camp – Unforgettable Moment!

  1. Celia

    Hi mas Frenky, mau tanya biaya tour-nya koq bisa murah gitu yaa? Klo di websitenya kan 850usd, which is around 11juta klo dirupiahin… Apa mas Frenky dapat diskon? Ato gimana ya?

    Makasih sebelumnya

    Reply
    • Frenky Post author

      Coba send inquiry aja ke email mereka, kasih tau tanggal kedatangan, jumlah peserta nya, terus bilang aja low budget. Waktu itu saya juga awal nya liat website nya pertama kali harga nya segitu, tapi pas inquiry send email, langsung di kasih harga sesuai di post ini ( tapi habis itu harga nya fix – no nego sama sekali ).

      Reply
      • Celia

        Hoo iya jg itu harganya dgn fasilitas hotel bintang 3 yah hehe..
        Btw boleh tau nama hotel dan type kamarnya selama ikut tour di tibet-nya? Di postingan baru ada yg pas di Yak Hotel, Lhasa hehe.

        Thanks

        Reply
        • Frenky Post author

          Lhasa Yak Hotel – Tipe Kamar Dorm, 1 kamar ber 4, no complaints, everything is good, bersih juga toilet nya.

          Tibet Gang Gyan Shigatse Hotel – 1 Kamar ber 3, tapi di hotel ini nanti minta upgrade kamar aja jadi kamar private ( TOILET PRIBADI DI DALAM ) terus bayar selebih harga kamar nya on the spot, soalnya horor WC sharing nya yang di luar. Kalau yang kamar private kamar mandi dalam nya nyaman dan bersih toilet nya.

          Selama tour cuma pakai dua penginapan itu aja sih, sisa nya yang pas di dekat Everest Base Camp sih model tenda2 gitu, yang ini ga ada tipe kamar nya, semua sama.

          Reply
  2. Silvia junaidi

    Mas franky hi nanya lagi ahahaha. Apakah selama naik train emg pemandangannya bagus dan siang hari? Saya pengen mampirnya ke beijinh skalian ke tembok cina, apakah jadinya terllau jauh ke lhasa atau malah gak bisa loat mongolia sama sekali?

    Reply
    • Frenky Post author

      Pemandangan nya baru bagus kalau sudah masuk area Tibet ( kurang lebih 10 jam perjalanan dari Xining Station ). Beijing ke Lhasa atau Chengdu ke Lhasa sama aja waktu nya dan jalur kereta nya juga sama, yang pasti engga lewat area Mongolia, karena jalur ke Lhasa ( Tibet ) dan jalur ke Mongolia ( Trans Siberia ) itu dua jalur yang berbeda.

      Reply
  3. vck

    Mau tambahin sedikit ,
    yes …mengenai toilet , kalo bisa dianjurkan membawa minyak angin.
    Apabila mau masuk toilet ,bisa kasih sedikit minyak angin di hidung , untuk melawan bau yg tidak enak. Cukup mambantu.

    Selain itu , masalah bendera , bener banget. Jangan membawa bendera , gue pernah baca , ada 1 org belanda bawa bendera club kesayangannya , langsung didatengin polisi

    Reply
  4. Venny

    Thanks ya postingnya membantu banget buat gw yg rencana berangkat bln juni :good:

    oh ya saya mau ty tiket kereta sebaiknya beli di tour agent atau booking online? trs di tibet sinyal internetnya ok ga? makasih utk sblm dan sdhnya

    Reply
  5. Iona

    Thank you buat artikelnya :)
    Nanya dong, rencana mau ngajak bokap nih. Nah, pastinya cuma di basecamp aja, gak sampe yang jalan berat banget. Dia umur 73. Emang umur blm tentu mempengaruhi AMS, tp ada tips atau mesti cek apa sebelum berangkat?
    Thank you.

    Reply
    • Frenky Post author

      FYI, trip ini berat nya justru paling berasa AMS nya ketika menuju Everest Basecamp nya dari kota Shigatse, karena menuju ketinggian di atas 4.500 MDPL.

      Kalau tips sih paling minum obat AMS dari hari pertama tiba di kota Tibet, bisa di beli di apotek di kota Lhasa, sama banyak2 minum Air Hangat aja ya. Untuk bikin air hangat nya, seduh di kamar hotel aja.

      Reply
  6. Shinta Kaleb

    Wow keren mas postingannya, membantu banget, jadi terinspirasi utk kesana, tp liat budgetnya butuh waktu utk saveing money…Ya Allah semoga sy diberi kesempatan ke Tibet jg G. Everest, makasih postingannya mas Franky

    Reply
    • Frenky Post author

      Hi,

      Sama2 kak, terima kasih ya udah mau mampir dan baca, semoga kesampaian secepat nya ke Tibet nya! Happy Travelling, Salam Traveller! :peace:

      Reply
  7. Christy

    Catatan perjalanan Anda sangat membantu saya yang akan melakukan perjalanan ke Tibet di bulan Juni ini, bingung awalnya, karena permintaan ortu yg ingin ke Tibet, bgmnpun harus ke sana, jika melalui Travel dalam negeri biayanya cukup tinggi, jumlah peserta lumayan banyak, hidup Blogger Frenky

    Reply
  8. Ellen

    Tanya donk mas…. saya berdua dengan teman saya tgl 14-26 april 2017 berencana ke chengdu-tibet-ebc. Sekarang sedang urus permit lewat explore tibet. Yg saya mau ty kita gak bisa beli tiket pesawat chengdu lhasa chengdu sebelum permit keluar ya mas? Soalnya tiap mau issued selalu dity nomer permit nya :crot:

    Reply
    • Frenky Post author

      Hi Ellen,

      Bisa banget kok, gw waktu itu issued ticket Lhasa ke Chengdu, 6 bulan sebelum keberangkatan, kaga ada masalah sama sekali, cuma memang di halaman pembelian nya, di kasih warning tentang TIBET ini butuh Permit. Tapi proses issued tiket nya tetap lancar-lancar aja.

      Reply
      • Ellen

        Udah kita coba mas….baru aja kita coba dr link yg ada di blog mas juga gak bisa…..pas mau pembayaran diminta nomer permit nya. Soalnya kalo beli lewat explore tibet yg urus kita harganya lumayan mahal.

        Reply
        • Frenky Post author

          baru ingat, kalau beli tiket pesawat rute ke Lhasa nya memang perlu foto Tibet permit nya, buat konfirmasi kepastian valid atau engga permit nya. Tapi kalau beli one way rute Lhasa ke Chengdu, engga perlu bukti tibet permit nya.

          Kalau beli tiket kereta ke Lhasa ( misal Chengdu ke Lhasa ), engga perlu bukti konfirmasi Tibet Permit nya.

          Jadi solusi nya beli tiket kereta atau harus punya Tibet Permit dulu sebelum bisa beli tiket pesawat ke Lhasa nya.

          Reply
  9. Jolly

    Very nice blog. Saya pernah ke Tibet tahun 2011, dan pengen lagi ke Tibet suatu hari nanti, kalau China dan Tibet sudah damai dan ga perlu Permit2an lagi. Bikin ribet….hehehe… Terus terang, agak menyeramkan juga sebenernya di Tibet sana pada saat itu, karena sepanjang perjalanan dari Lhasa ke luar kota Shigatse dan kembali ke Lhasa, banyak check point, dan rata2 penjaganya bersenjata. Buat saya yang jarang2 ngeliat kondisi begitu di Indonesia, jadi rada parno. Lhasa juga di waktu malam ada jam malamnya… Tapi buat fellow traveller, tempat ini emang sangat keren.. Ga pernah nyesel ke sini (minus toiletnya yang bikin trauma)….Trims ya buat tulisannya…

    Reply
    • Frenky Post author

      Kalau saya pribadi sih yang bikin ngeri itu biaya nya haha.. niat backpackeran ke Tibet sejak ada permit2an rasa nya mustahil, jadi terpaksa harus pakai tour~

      Thank you buat sharing nya dan udah mampir baca ya, di tunggu post selanjut nya perjalanan saya selama di Tibet

      Reply
  10. Clara Chyntia

    Ko, kalo seumpama suruh pilih buat ke jepang atau korsel lagi ko? Kok aku liat disini jepang gitu2 aja ya 😹 Sedikit menjemukan hehehe ✌🏻️ *maaf* :keren:

    Reply
    • Frenky Post author

      Masih prefer Jepang sih karena masih banyak kota lain yang belum di explore. Pengalaman trip gw ke Jepang yang lalu masih kurang explore, jadi mungkin agak terlihat membosan kan :)

      Reply
  11. Christian Marcelly

    hello such inspiring mas

    mau tanya.. untuk perjalanan ke tibet (everest base camp) menggunakan mobil ya? atau perlu trekking?

    itu aja mas pertanyaannya. thank you

    Reply
      • Chris

        hello mas. tanya sekali lagi.. untuk tour disana min 2 orang aja uda bs jalan belum waktu itu? dan untuk ke EBC apalah kita bisa foto di jembatan yg keren kayak di film Everest 2015? thank you

        Reply
        • Frenky Post author

          bisa aja walau cuma b2, tapi harus di gabung dengan group lain agar jumlah kuota minimal nya terpenuhi ( di kisaran 7-10 orang / grup ). Tidak bisa foto di jembatan, itu udah di area dalam Everest nya, harus trekking, beda harga pasti nya.

          Reply
  12. cumilebay

    Jatuh harti perjalanan ke tibet ini, gara2 baca tulisan agustinus zaman dulu di kompas sblm di bukuin dan sekarang baca tulisan ini lagi dengan versi berbeda.
    Tibet masih menjadi destinasi impian buat gw #Bismillah

    Reply


Jangan Malu-Malu Tinggalkan Komentar ya!
Komentar Anda Sangat Berarti Buat Saya

Your email address will not be published. Required fields are marked *

:star:  :ahaaah:  :suram:  :beg:  :bye:  :cheer:  :confused:  :keren:  :crying:  :dead: 
:desperate:  :yeah:  :evilsmirk:  :good:  :senang:  :angry:  :hi:  :info:  :ngakak:  :lonely: 
:relax:  :crot:  :kaget:  :shy:  :sigh:  :silence:  :hero:  :sweating:  :peace:  :wait: 
:calm:  :siul:  :busy:  :wow:  :wtf:  :yawn:  :ill:  :noooo:  :notlisten:  :ngamuk: