Pengalaman Operasi Gigi Bungsu

Momen operasi gigi bungsu di penghujung akhir tahun tepat nya di bulan november 2010 lalu tentu merupakan pengalaman yang tak dapat saya lupakan. Saya masih ingat betul detail kejadian yang saya alami walau kejadian nya sudah berlalu cukup lama, ya mungkin karena saya mengalami kejadian yang tidak biasa ketika operasi gigi bungsu berakhir :lonely:

Kejadian ini berawal sekitar awal november 2010, gusi sebelah kiri paling pojok belakang saya mengalami cenat cenut dan sakit nya luar biasa sekali sampai kepala saya juga ikut-ikutan pusing. Saya pun bingung dari mana asal sakit nya karena setelah saya meraba dengan lidah di sekitar area yang cenat cenut, saya hanya merasakan sebuah gigi kecil.

Awal nya saya berasumsi bahwa sakit nya berasal dari gigi yang bolong, namun karena yang diraba hanya gigi kecil saya pun menjadi ragu. Saya kemudian mencari tau informasi dengan internet dan setelah berjam-jam searching, jawaban yang paling mendekati dengan rasa sakit di gigi saya ini adalah sebagai akibat efek gigi bungsu yang mendorong gusi dan gigi depan nya karena posisi tumbuh tidak benar. :sigh:

Setelah itu saya pun berinisiatif ke dokter gigi minggu depan, agar dapat secepat nya menyembuhkan sakit ini. Hari demi hari sebelum ke dokter, saya menahan sakit dengan cara praktis yaitu berkumur air garam untuk menghilangkan kuman yang ada dan selain itu menenangkan saraf yang ada di gigi saya, menurut saya cukup ampuh metode ini walau sakit nya tidak hilang seluruhnya.

* * * * *

Akhirnya tiba juga hari saya berobat, hari sabtu pagi-pagi saya menuju ke rumah sakit di daerah jakarta barat. Setelah mengurus administrasi ini itu, saya pun akhirnya di pertemukan dengan seorang dokter gigi wanita yang cantik :shy: Saya pun menceritakan dengan detail kejadian yang saya alami dan kemudian gigi saya di periksa dan tepat dugaan saya dari awal bahwa ini semua akibat gigi bungsu yang tumbuh dengan posisi tidak benar.

Saya pun bertanya kepada dokter apakah gigi bungsu saya bisa di cabut sekarang juga karena saya telah membaca berbagai artikel yang inti nya menjelaskan bahwa sebenarnya gigi bungsu itu lebih baik di cabut bila keadaan memungkinkan. Dokter kemudian memberitahu saya bahwa proses pencabutan gigi bungsu harus melalui operasi dan akan di bius lokal selama operasi gigi bungsu berlangsung.

Mendengar kata operasi agak membuat saya agak takut juga, namun karena itu salah satu pilihan ya saya pun turuti saja dan kemudian membuat janji untuk jadwal operasi gigi bungsu minggu depan di rumah sakit (apabila di tempat praktek / rumah dokter, harga nya lebih mahal).

Sebelum pulang saya di beri surat rekomendasi untuk melakukan rontgen mulut di daerah jalan panjang dan beberapa bungkus obat yang harus rutin di minum sesuai aturan sebelum operasi minggu depan. Hari berganti hari, 3 hari sebelum hari operasi gigi bungsu saya menyempatkan diri menuju klinik di daerah jalan Panjang Jakarta Barat untuk rontgen mulut. Proses rontgen nya cepat dan hasil nya juga cepat jadi (sekitar 1 jam), biaya nya 100 ribu rupiah waktu itu.

* * * * *

Dan akhir nya tiba juga hari eksekusi, sepulang dari kampus saya menyempatkan diri untuk makan malam yang banyak, karena setelah operasi tidak mungkin saya makan lagi :wait: kemudian saya bergegas menuju rumah sakit karena sesuai janji jam 7 malam adalah waktu operasi gigi bungsu saya. Sesampai dirumah sakit saya pun di beri informasi untuk langsung saja menuju lantai 4 dan ruangan gigi karena dokter sudah menunggu disana. Sesampai diruangan operasi, saya pun di persilakan masuk oleh dokter dan kemudian meminta hasil rontgen mulut saya.

Pada gambar, sebenar nya gigi bungsu yang menyebabkan sakit cenat cenut itu ada di sebelah kiri (panah biru). Namun karena saya merasa gigi tersebut sudah tidak sakit lagi setelah minum obat dokter dan terlihat pada gambar gigi (panah biru) sudah keluar dengan utuh, saya memilih mencabut gigi pada panah merah saja karena gigi tersebut suka menjadi tempat kotoran karena posisi nya yang miring sekali.

Dokter memberitahukan saya bahwa harga nya berbeda apabila mencabut gigi pada panah merah, dan diberitahukan harga nya menjadi 2 juta rupiah, lebih mahal 500 ribu rupiah dari gigi pada panah biru. Setelah sepakat, saya kemudian disuruh menuju kursi operasi.

Kemudian dokter di bantu satu orang suster mulai menyiapkan peralatan-peralatan untuk operasi gigi ini. Peralatan yang disiapkan cukup familiar karena saya sudah sering ke dokter gigi untuk periksa dan tambal gigi. Operasi kali ini sebenar nya tidak terlalu membuat saya takut karena di bius lokal juga pikir saya :hero:

Dokter kemudian menyuruh saya berkumur-kumur terlebih dahulu, kemudian dokter menyuruh saya membuka mulut dan menahan sakit sedikit. Terlihat dokter memasukkan jarum suntik ke mulut dan cussss…. terasa jarum suntik menembus gusi saya dan memasukan cairan bius ke dalam gusi.

Efek obat bius terasa cepat, sekitar 5 menit, gusi saya terasa menjadi keras dan apabila di raba dengan lidah tidak terasa apa-apa. Kemudian dokter mulai menyalakan bor gigi dan suster mulai memasukkan alat penghisap cairan ke dalam mulut. Pertama-tama dokter memotong gusi saya terlebih dahulu, hal ini dilakukan dengan mudah. Lalu dokter mulai mengebor gigi bungsu saya, tercium aroma asap pekat sekali khas benda terbakar.

Proses mengebor gigi ini cukup memakan waktu lama, terlihat beberapa kali dokter mengganti bor nya dengan mata bor lebih besar atau kecil. Tapi tenang saja, proses pengeboran ini tidak terasa sakit nya, tapi bagi yang tidak kuat melihat nya di sarankan tutup mata saja asal tidak ketiduran aja :evilsmirk:   Saya sendiri lebih memilih membuka mata untuk melihat senjata perang si dokter ketika mengoperasi gigi ini :D

Ketika dokter sibuk mengebor maka suster sibuk menghisap cairan darah dan air liur yang mengalir deras dengan alat penghisap. Dan setelah 1 jam melelahkan, dokter memberitahu saya bahwa gigi nya belum berhasil di cabut juga dan memutuskan membelah dua gigi bungsu, mendengar hal tersebut, agak gelisah juga saya karena waktu operasi menurut saya sudah cukup lama. Dan pada akhirnya dokter memberitahu saya bahwa gigi saya telah berhasil dicabut dan tinggal di jahit saja :cheer:

* * * * *

Setelah dokter memberitahu proses operasi sudah selesai, saya pun sudah di perbolehkan menutup mulut saya kembali. Ketika mencoba menutup mulut, saya bingung kenapa rahang mulut saya tidak bisa bergerak  :wtf:   Saya pun seketika menjadi panik dan memanggil dokter sambil menunjuk ke mulut saya dan dengan mulut terbuka menganga, saya berusaha memberitahu dokter bahwa rahang mulut saya tidak bisa ditutup. :crying:

Dokter pun melihat keadaan rahang saya dan menanyakan ke saya apakah tadi saya membuka mulut lebar sekali karena tegang mungkin? Saya pun mengiyakan karena memang agak sedikit tegang tadi sehingga saya membuka mulut lebar-lebar. Kemudian dokter berusaha mengangkat kembali rahang ke posisi semula, namun usaha nya tidak berhasil, suster pun memcoba membantu dan hasil nya nihil, keadaan itu membuat saya makin panik :noooo:

Sampai akhirnya saya di suruh menuju kamar spesialis tulang untuk di bantu oleh dokter bagian sana. Dengan keadaan mulut terganga saya berjalan kaki menuju kamar spesialis tulang, orang-orang sekitar melihat keadaan saya dalam keadaan mulut terganga :wait:

Sampai akhirnya saya bertemu dengan dokter tulang, di amati oleh beberapa calon dokter (mahasiswa/i), dengan beberapa usaha pengangkatan rahang dengan tenaga yang lebih keras, dokter tulang itu berhasil mengangkat rahang saya kembali ke posisi semula, mungkin karena tenaga yang lebih kuat (karena cowok) sehingga proses pengangkatan lancar.

Setelah itu muka saya di ikat seperti pocong untuk menghindari mulut saya menganga kembali karena engsel tulang nya belum sepenuh nya stabil. Setengah jam lama nya saya menunggu diam di kursi pojokan, saya mengamati calon dokter muda yang sedang lewat depan saya, beberapa ada yang “bening” loh :ngakak:

Sekedar info saja penderitaan operasi gigi bungsu itu baru terasa ketika obat bius nya sudah hilang, makan juga harus di pilih-pilih dan harus pelan-pelan mengunyah makanannya agar tidak terkena gumpalan darah di bekas operasi, ya kurang lebih sekitar 1 minggu, sakit sehabis operasi ini sudah lumayan sembuh nya. Waktu itu saya 3 minggu sesudah operasi sudah cabut jahitan, karena tidak nyaman rasa nya makan ada benang di gigi :D  Sesudah itu tinggal tunggu waktu saja hingga gusi sepnuhnya baikan.

Pesan saya jangan takut operasi gigi bungsu daripada nahan sakit nya yang wow :P  Mending Sakit Hati (Perasaan) daripada Sakit Gigi :peace:

108 thoughts on “Pengalaman Operasi Gigi Bungsu

  1. Diana

    ane baru aja nih cabut gigi geraham bungsu tgl 9 sept 2019 di rs swasta di tangerang dengan bpjs. Rasa nya sakit banget operasi gigi geraham bungsu setelah 1 hari pasca operasi nya Obat pereda nyeri nya cuma sebentar bro efek gak sakit nya sedangkan dosis nya untuk 3kali sehari. Ane gak kebayang kalau gigi geraham atas di cabut karna gigi geraham atas ini bakalan bisa nusuk ke gusi yang gigi bawah nya udah di cabut .jadi mumpung masi muda akar belum panjang dan gak ada riwayat apa2 lebih baik cabut gigi impaksi atas saran dokter. Dari pada udah tua sakit2 gigi ya kan. Semangat

    Reply
  2. @ind_arti

    Waduh bacanya kok serem ya… Saya diambil 4 e… Kenapa itu bisa tulang rahangnya nggak bisa kembali?
    Kayaknya kalau nggak bius total bisa lihat si dokter susah2 ngambil sampai 1 jam-an lebih…
    Memang aman yang bius total untuk kondisi impaksi lebih dari 2 kali ya.

    Reply
  3. Nabel

    Itu ganggu kuliah gak ya, aku jadi takut masalahnya aku takut operasi. Kata dokternya suruh dicabut. Gimana ya masalahnya lagi kuliah sambil mondok.

    Reply
  4. Dania

    Tgl 23 besok jadwal operasi gigi bungsu.. Tapi ga disuruh ronsen, ga ada syarat apa2.. Qo jd takut yaa.. Cm dibilang jam 8 harus sudah datang.. Do’akan ya guys..
    Yg jadi pertanyaan apa harus ditemani pasca operasi? Bisa pulang bawa kendaraan sendiri ga ya?

    Reply
  5. Tantan

    Sumpah nyeri banget gua baru operasi tadi pagi (selasa, 25, Juni, 2019), pas mau operasi gusi gua di tusuk² Pake jarum, pake obat bius mungkin, al hasil gigi gua udah kecabut setelah 15 menit.. Tapi sayang sekarang gua masih ada luka pendarahan bagian bekas operasinya.. Efeksampingnya, gua merasa pusing, lemes, ngantuk..

    Reply
  6. melda

    sy ada tumbuh gigi bungsu di kanan bawah.
    ga kerasa sakit sih, cuman mengganggu aja kalo udah makan suka nyelip sisa makanan, segala biji cabe tenggelem di gusi 😥.
    solusinya apakah harus dicabut juga? kalau dicabut pengaruh ga ke gigi yg lain? rada takuut nih

    Reply
  7. Usman Ibrahin

    Saya juga baru selesai operasi gigi bungsu kemarin, 27/05/2019 skg pipi bengkak kelihatannya lucu. Operasi jam 11 Alhamdulillah sorenya sudah bisa makan. Saran saya bagi yg belum maupun yg sudah tumbuh gigi bungsunya sesegera mungkin periksakan ke dokter gigi dan apabila ada kelainan segera lakukan operasi kalau nggak siksanya minta ampun saya 3 bln menahan sakit karena sayang gigi nggak utuh akhirnya nyerah deh minta operasi

    Reply
  8. ninoy

    Baru baca tahun 2019. Karna baru cabut 3 gigi bungsu hihihi…operasinya di RS Polri, prosesnya pake bius total, alhamdulillah bengkaknya seminggu dan seminggu itu pula susah makan, tp harus dipaksain ya biar bs minum obat n cepet sembuh…semangat ya pejuang impaksi gigi bungsu

    Reply

Leave a Reply to Dania Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

:star:  :ahaaah:  :suram:  :beg:  :bye:  :cheer:  :confused:  :keren:  :crying:  :dead: 
:desperate:  :yeah:  :evilsmirk:  :good:  :senang:  :angry:  :hi:  :info:  :ngakak:  :lonely: 
:relax:  :crot:  :kaget:  :shy:  :sigh:  :silence:  :hero:  :sweating:  :peace:  :wait: 
:calm:  :siul:  :busy:  :wow:  :wtf:  :yawn:  :ill:  :noooo:  :notlisten:  :ngamuk: