Hari 1 : Manila – Seoul ( Manila American Cemetery, Ninoy Aquino Airport, Incheon Airport )

Pada Hari 1 ( Trip Jakarta – Manila – Seoul – Sokcho – Busan – Kuala Lumpur – Jakarta ) ini, gue akan bercerita seputar pengalaman terbang dari Jakarta – Manila – Incheon menggunakan Cebu Pacific Air, mengelilingi Manila American Cemetery di Manila dan mencari hostel Cocoon Stay Hapjeong di malam hari.

* * * * *

Itinerary Keliling Manila - Incheon (16 October 2014) SelectShow

Akhir nya tiba juga tanggal 15 Oktober 2014, tanggal yang sudah gue tunggu-tunggu setelah 1 tahun 2 bulan penantian sejak membeli tiket jurusan Jakarta – Manila ( 16 Oktober 2014 | 00.30 – 05.30 ) dan Manila – Incheon ( 16 Oktober 2014 | 15.20 – 20.05 ) termasuk sharing Bagasi 15 kg seharga 1,1 juta Rupiah ( Jakarta – Manila | 400 ribu Rupiah ) dan ( Manila – Incheon | 700 ribu rupiah ) menggunakan maskapai Cebu Pacific Air ( www.cebupacificair.com )

Tiket Jakarta - Manila ( Kurs 1 USD = Rp 11.050 )

Tiket Jakarta – Manila ( Kurs 1 USD = Rp 11.050 )

Tiket Manila - Incheon

Tiket Manila – Incheon

Jam kantor menunjukkan 17.30, gue pun pamit pulang kerja teng-go dan dengan semangat memacu motor untuk segera sampai ke rumah. Sesampai di rumah gue berberes diri kemudian melakukan double check bawaan lalu akhir nya berangkat ke bandara Soekarno Hatta jam 21.00 menggunakan taksi.

Jam 22.00 gue sudah sampai di terminal 2D ( Maskapai Cebu Pacific Air ) Bandara Soekarno Hatta dan kena argo Rp 70.000 akibat menggunakan Tol Lingkar Luar Barat hingga ke Bandara untuk menghindari macet parah di Cengkareng.

Karena teman trip gue belum datang dan kebetulan juga gue agak mengantuk, akhir nya gue pun memilih duduk di lantai sambil memejamkan mata di depan restoran AW. Oh ya pada petualangan 3 negara kali ini, gue hanya pergi ber-2 bersama teman cowo ( tulen ) semasa kuliah dulu yang juga suka travelling keluar negri.

Kalau di tanya kenapa ga pergi sendiri aja sekalian? Jawaban nya klasik aja, gue takut kesepian dan repot kalau mau foto karena gue orang nya narsis :shy: eh tapi kalau wisata lokal mah gue ga ada masalah pergi sendirian contoh nya trip Toraja waktu tahun 2013 yang lalu  :hero:

Akhir nya pukul 22.30 teman trip gue datang juga akhir nya, tanpa basa basi gue pun langsung beranjak dari tempat duduk untuk mencari counter check in Cebu Pacific Air dengan logo nya yang khas berwarna kuning. Eh ternyata counter check in nya CUMA ada 2 dan yang ngantri panjang banget :silence:

Pada proses check in gue membayar Pajak Bandara ( Airport Tax ) Internasional seharga Rp 150.000 dan mendapatkan Boarding Pass, lalu proses selanjut nya adalah tinggal menunggu panggilan untuk boarding yang ternyata delay 30 menit yang mengakibatkan baru boarding jam 01.00, selebih nya lancar dan bye-bye Jakarta yeyyy….

* * * * *

Lama perjalanan Jakarta – Manila adalah 5 jam, pesawat tepat landing di Bandara Internasional Ninoy Aquino Terminal 3 pukul 07.00 waktu Manila ( Manila GMT + 8 beda 1 jam dengan Jakarta GMT + 7 ). Melewati imigrasi filipina tanpa hambatan karena bebas visa ( durasi stay 30 hari ) dan bertambah lah satu cap negara lain di passport. Petualangan di Manila selama kurang lebih 6 jam dengan bermodalkan uang 1100 peso ( 1 peso = 285 rupiah ) pun akhir nya di mulai.

Yang pertama di cari adalah toilet bandara karena gue ingin beres-beres muka dulu biar kelihatan ganteng lagi seperti sedia kala. Kemudian lanjut cari penitipan koper / tas yang gue udah tahu dari awal ada di lantai dasar di sebelah Burger King persis.

Tempat Penitipan Koper di Bandara Ninoy Aquino - Manila

Tempat Penitipan Koper di Bandara Ninoy Aquino – Manila

Tarif Penitipan Bagasi di Bandara Ninoy Aquino - Manila

Tarif Penitipan Bagasi di Bandara Ninoy Aquino – Manila

Setelah nego-nego, akhir nya di sepakati ukuran nya 1 big luggage (350 peso / hari) untuk koper teman gue dan 1 small luggage (300 peso / hari) untuk koper gue, by the way terpaksa nitip juga karena ga mau repot pas jalan-jalan bawa koper gitu, kalau tas backpack mah di bawa terus.

Taxi Argo di Bandara Ninoy Aquino - Manila

Taxi Argo di Bandara Ninoy Aquino – Manila

Keluar dari Terminal 3, langsung terlihat sederetan taksi berwarna kuning ber-argo berbaris rapi menunggu penumpang. Gue pun kemudian ikut mengantri dan setelah tiba giliran di tanya lah tujuan nya, gue pun menjawab “Manila American Cemetery”. Petugas pencatat tujuan nya ( 2 orang ) langsung kelihatan bingung ketika gue menjawab tempat tersebut.

Mereka pun menanyakan area tempat itu berada, ibarat nya seperti tempat elektronik Glodok yang berada di area Jakarta Kota, waduh gue juga kaga tau area nya, mana gue juga kaga ada koneksi internet sama sekali. Untung nya si sopir taksi ketika di tanya si pencatat tujuan langsung ngerti tempat yang di maksud dan akhir nya kami pun langsung cusss…..

Selama perjalanan menuju “Manila American Cemetery” yang ternyata berada di area “Taguig City” ( info dari supir taksi ), terlihat kemacetan yang cukup lumayan untuk ke arah Bandara, untung arah yang gue tuju lancar . Kebetulan gue dapat supir yang jago inggris dan suka berbagi info mulai dari kemacetan di Manila, penjaga keamanan selevel satpam yang bawaan nya Shotgun ( kalau di Indonesia mah pentungan  :ngakak: ), lalu supir taksi yang nakal suka bawa muter-muter penumpang yang tidak tahu jalan, dan lain-lain yang dapat gue simpulkan 11 – 12 sama seperti Jakarta keadaan nya.

* * * * *

Jam 08.00 taxi yang gue tumpangi sudah sampai di Manila American Cemetery And Memorial yang lokasi nya ternyata tidak jauh dari Bandara Ninoy Aquino – Manila, saat itu argo menunjukkan nominal 150 Peso. Tetapi sayang nya gerbang masih dalam keadaan tertutup, supir taksi pun membantu berbicara kepada penjaga dan mendapat info jam operasional baru mulai jam 09.00

Karena keadaan nya seperti itu dan kebetulan juga kami kelaparan akhir nya kami pun meminta di antarkan ke tempat makan lokal terdekat yang akhir nya oleh si supir taxi ke tempat bernama “Market! Market!” dan argo tepat menunjuk di nominal 200 Peso. Di tempat ini gue menemukan banyak menu lokal ( dalam bahasa filipina ), akhir nya gue memilih random aja “babi panggang + lumpia + black currant tea” dengan menunjuk langsung makanan nya. Untuk rasa cukup oke lah, tapi sambal / saus nya hambar gitu dah, untuk harga kena 300 Peso per orang nya.

Contoh Menu Makanan di salah satu toko di Market! Market!

Contoh Menu Makanan di salah satu toko di Market! Market!

Setelah selesai makan, perjalanan ke Manila American Cemtery And Memorial pun di lanjutkan kembali dengan berjalan kaki karena lokasi nya dekat sekalian mau melihat keadaan jalanan Taguig City, Manila. Sepanjang perjalanan yang gue lihat adalah merk dan tipe kendaraan yang ada mirip-mirip dengan di Indonesia, lalu Taguig City ini mirip seperti kawasan Alam Sutra / BSD gitu deh, yang beda adalah angkot nya disini itu nama nya “Jeepney” kendaraan nya klasik gitu deh sama yang paling keren menurut gue adalah semua security ( satpam kalau di Indonesia ) disini senjata nya shotgun coy!

Salah Satu Sudut Jalanan di Taguig City, Manila

Salah Satu Sudut Jalanan di Taguig City, Manila

Jeepney ( Angkot ) di Manila

Jeepney ( Angkot ) di Manila

Petugas Security di Manila

Petugas Security di Manila

* * * * *

Manila American Cemetery And Memorial

Tempat ini merupakan tempat memorial bagi tentara Amerika Serikat yang gugur dalam Perang Dunia II di Filipina antara USA – Filipina melawan Jepang. Total terdapat 17.206 kuburan di tempat ini dan merupakan jumlah terbesar dari seluruh tempat memorial di dunia bagi tentara Amerika Serikat yang gugur dalam Perang Dunia II.

Biaya masuk ke tempat wisata bersejarah ini adalah GRATIS, tapi walau gratis tempat nya rapi dan terawat dengan baik banget, terus walau banyak kuburan, ga terkesan angker sama sekali tempat nya :)

Secara umum isi tempat nya cuma ada kuburan, nama-nama tentara yang di kubur di tempat ini dan sejarah tentang Perang Dunia II di Filipina ini.

Gerbang Manila American Cemetery And Memorial

Gerbang Manila American Cemetery And Memorial

Manila American Cemetery And Memorial

Manila American Cemetery And Memorial

Manila American Cemetery And Memorial

Manila American Cemetery And Memorial

Manila American Cemetery And Memorial

Manila American Cemetery And Memorial

Manila American Cemetery And Memorial

Manila American Cemetery And Memorial

Nama Tentara yang di Kubur di Manila American Cemetery and Memorial

Nama Tentara yang di Kubur di Manila American Cemetery and Memorial

* * * * *

Ninoy Aquino Aiport Terminal 3

Setelah puas berwisata sejarah, perjalanan pun akhir nya lanjutkan kembali menuju Ninoy Aquino Airport dengan menggunakan taxi putih ber-argo. Perjalanan relatif lancar sampai akhir nya terkena macet berat di sekitaran bandara dan gue pun memutuskan turun untuk di lanjutkan dengan berjalan kaki ketika argo menyentuh 145 Peso.

Tapi karena di rasa masih ada waktu sebelum check-in akhir nya gue pun memutuskan keliling area pasar tradisional yang letak nya tidak jauh dari bandara, cuma sekedar mau lihat-lihat aja apa yang dijual. Kebetulan ketemu 7-Eleven dan lagi haus dan panas, akhir nya ngadem dulu sambil beli air minum ukuran 600ml ( 15 Peso ) dan Slurpee ( 28 Peso ). Karena di rasa tidak ada yang menarik lagi, akhir nya jalan kaki deh ke Bandara terus ambil koper di tempat penitipan lanjut beli makan siang di Burger King ( 132 Peso ).

Counter Check In Cebu Pacific di Ninoy Aquino Airport

Counter Check In Cebu Pacific di Ninoy Aquino Airport

Tips untuk kalian yang menggunakan maskapai Cebu Pacific Air dan sifat nya transit ( Connecting Flight dalam 1 hari ) seperti penerbangan gue Jakarta – Manila dan Manila Incheon maka kalian bisa mendapatkan FREE Pajak Bandara ( Airport Tax ) sebesar 550 Peso. Cara nya adalah menyertakan Boarding Pass Jakarta – Manila di passport di counter Airport Tax, otomatis langsung di cap Boarding Pass penerbangan selanjut nya, lumayan gratis 550 Peso ( sekitar Rp 150.000 ).

Untuk penerbangan Manila – Incheon ini sempat terusik ketika gue di peringati oleh tim security imigrasi Filipina untuk tidak membawa tripod kamera ke kabin ( sambil memperagakan seperti orang bermain baseball tapi dengan tripod :ngamuk: ), padahal pengalaman di Jakarta, Kuala Lumpur ama Bangkok tidak ada masalah sama sekali bawa tripod ke kabin. Akhir nya setelah berdebat karena takut patah atau bengkok jika di taruh di bagasi, gue pun di ijinkan membawa tripod ke kabin.

Untuk penerbangan Manila – Incheon menggunakan maskapai Cebu Pacific Air ini tidak terkena delay dan akhir nya gue pun menginjakkan kaki di Incheon Airport pertama kali nya pada tanggal 16 Oktober 2014 jam 22.00 waktu Korea ( GMT + 9, beda 2 jam dari Jakarta ).

* * * * *

Incheon Airport

Incheon Airport

Incheon Airport

Luassss banget! itu yang gue rasakan pertama kali melihat suasana di dalam Incheon Airport, jarak antara ujung dengan ujung itu jauh banget, niat awal gue yang pengen jalan-jalan dulu di Incheon Airport pun langsung sirna. Akhir nya kembali ke tujuan utama untuk segera sampai ke penginapan di Seoul pun langsung di lakukan.

T-Money Card

T-Money Card

Gue pun mencari minimarket di Incheon Airport untuk membeli “T-Money Card” dan kebetulan ketemu juga “GS-25” tidak jauh dari titik gue berdiri saat itu. Harga “T-Money Card” ini gue beli di minimarket GS-25 seharga 3000 won.

Lalu setelah resmi mempunyai “T-Money Card”, gue juga melakukan top up sebesar 50.000 won di mesin pengisi yang dapat mudah di temukan sebelum masuk gate dari airport raill road ( kereta ) untuk menuju ke Seoul.

Kereta dari Incheon Airport ke Seoul

Kereta dari Incheon Airport ke Seoul

Untuk penginapan selama di Seoul, gue sudah memilih penginapan Hostel “Leo Guesthouse Hongdae” yang berlokasi tidak jauh dari Hapjeong Station Exit 2. Hapjeong Station itu sendiri hanya beda 1 titik dari Hongik University Station sehingga dari Incheon Airport ini gue pun memilih rute Hongik University.

* * * * *

Hapjeong Station – Leo Guesthouse Hongdae

Pengalaman unik gue dapat kembali ketika kami kesulitan mencari letak Hostel “Leo Guesthouse Hongdae” untuk pertama kali nya. Karena selain faktor sudah malam ( sekitar jam 23.00 ), faktor kelelahan juga menjadi alasan gue sudah malas jalan kaki jauh-jauh mencari lagi sambil bawa koper dan backpack :(

Akhir nya kami pun memilih bertanya kepada seorang pria paruh baya yang sedang duduk bermain HP yang ternyata merupakan pilihan yang salah waktu itu. Permasalahan utama nya adalah si pria ini tidak tahu lokasi yang di maksud walau kami sudah memberikan peta ( dalam huruf hangul ) dan koordinat google maps nya, selain itu faktor kendala bahasa juga sehingga si pria terkadang ingin bicara tapi jadi ngomel-ngomel sendiri karena bingung mau ngomong nya dalam bahasa inggris ( asli yang ini serius bikin ketawa setiap si pria ngomel-ngomel sendiri  :ngakak: )

Sampai akhir nya ada sekitar 30 menit kami tertahan duduk di sebelah dia sambil memperhatikan dia google bahkan sampai telpon istri nya juga. Setiap kami bilang mau coba cari sendiri dengan alasan tidak mau merepotkan dia ( alasan asli nya sih ga mau buang waktu nungguin, udah malem coy! ), eh malah dilarang pergi, jadi serba salah deh waktu itu keadaan nya haha..haha..

Sampai akhir nya karena dah di rasa lama banget belum dapat hasil juga, akhir nya kami pun nekat bilang “kamsahamnida” terus langsung buru-buru cabut gitu deh ke gang yang tidak terletak jauh dari station ( yang ternyata merupakan pilihan yang tepat ).

Eh tiba-tiba pria paruh baya tadi nyusul kami lagi coy! hahaha gila niat banget nge-bantu nya, asli gue jadi ga enak-an saat itu sama si pria paruh baya ini. Ya udah akhir nya kami pun coba jalan bareng di pandu sama si pria paruh baya ini menyusuri gang, dan HOREEE ketemu kantor polisi di depan mata :senang:

Ending nya adalah si pria paruh baya ini meminta tolong kepada polisi untuk mengantarkan gue dan teman gue ke lokasi Hostel yang ternyata dekat banget dari posisi kita saat itu, tidak lupa kami mengucapkan “kamsahamnida” berulang-ulang kepada dia sebagai tanda terima kasih udah niat banget nolongin kami.

Pengalaman naik mobil polisi di negara tetangga pun gue alami pertama kali nya ( walau lokasi nya dekat banget tetap di antar naik mobil ). Dan habis gue rasain naik mobil polisi pertama kali nya, gue baru tau kalau mobil polisi yang baris kedua itu tidak bisa di buka dari dalam, jadi knob mobil bagian dalam nya ga ada gitu deh, cuma bisa di buka dari luar :ngakak:

Ramen Dumpling di sekitar Hapjeong Station

Ramen Dumpling di sekitar Hapjeong Station

Setelah resmi berada di Hostel “Leo Guesthouse” dan melakukan pembayaran sebesar 140.000 Won ( untuk 7 malam ), akhir nya gue pun melakukan check in. Pengalaman hari pertama di Seoul yang tidak akan terlupakan ini gue tutup dengan makan malam Ramen Dumpling seharga 3500 Won di rumah makan yang letak nya tidak terlalu jauh dari hostel, by the way Ramen nya mirip banget kaya Indomie ha..ha..ha :ngakak:

Untuk review penginapan Hostel Leo Guesthouse dapat di baca pada link berikut Review Hostel Murah di Seoul – Leo Guesthouse Hongdae

Perkiraan Biaya per Orang

No. Keterangan Biaya( 1 Peso = Rp 285 , 1 Won = Rp 11,8 )
1. Taxi Rumah ke Bandara Rp 70.000
2. Tiket Jakarta – Manila dan Manila – Incheon, Sharing Bagasi 15 Kg Rp 1.100.000
3. Airport Tax Internasional Rp 150.000
Total Rp 1.320.000
4. Taxi ( Bandara – Market! Market! – Manila American Cemetery – Bandara ) 175 Peso
5. Makan dan Minum Selama di Manila 545 Peso
6. Jasa Penitipan Koper Kecil 300 Peso
Total 1020 Peso = Rp 290.700
7. T-Money 3000 Won
8. Top T-Money 50.000 Won
9. Penginapan Cocoon Stay Hapjeong, Seoul ( 7 Malam ) 140.000 Won
10. Ramen Dumpling 3500 Won
Total 196.500 Won = Rp 2.318.700
Total Seluruh
Rp 3.929.400

 

39 thoughts on “Hari 1 : Manila – Seoul ( Manila American Cemetery, Ninoy Aquino Airport, Incheon Airport )

  1. Rismayani Nursyah

    Hallo kak..
    Total dari berangkat sampe plg lg k jakarta kala ngabisin budget berapa?

    Reply
  2. Theresia Ita

    Hy frenkey,
    salam kenal ya..
    mau tnya, klo keberangkatan dari bandara incheon jam 10 pagi kira-kira harus berangkat jam berapa ya dari itaewon??

    Reply
    • Frenky Post author

      Dengan asumsi perjalanan 1 – 1.30 jam, paling telat berangkat jam 7 pagi dari Itaewon, disarankan berangkat jam 6 pagi biar aman aja.

      Reply
  3. Lina

    Kak mau tanya dong, aku rencananya mau ke korea oktober thn ini, ini pengalaman pertama aku ke luar negeri, dan rencana aku bkal sendirian berangkat kesana baca web kakak sangat membantu sekali dan mohon info berbagi lewat email donk

    Reply
  4. Dee

    Wow seru banget deh, klo kira2 pas winter kesananya? Enaknya nyunjungin apa aja untuk 7 hari?

    Reply
  5. suryani

    Hello Frenky, wah trima kasih banyak buat ulasan detail traveling ke korea. sayangnya, saya tidak pergi sendiri tapi satu keluarga dimana ada ortu juga. Nah mungkin Frenky tahu tempat sewa mobil van gedhe yg muat utk 11 org dgn driver bisa berbahasa indonesia.

    Oh iya , menuju nami island apakah bisa sampai jika menggunakan Van sewa? atau masih harus turun naik ferry dan sampai di Nami island nya bisa naik apa saja?

    trima kasih sebelumnya ya

    Reply
  6. ssnow

    Saya suka blog kamu, sangaaaat bermanfaat sekali, keep up the good work
    saya juga hobi sekali backpackeran with family & friends
    thanks a lot. GBU

    Reply
  7. dila

    hai kak frengky, makasih bgt buat web nya sangat membantu sekali

    jujur aku blm pernah jln2 keluar negeri, dan rencananya akhir tahun pengen ke korea jugaa..
    kalo untuk peta daerah2 dan tempat wisata korea bisa liat dimana ya kak, apakah harus beli peta di gramed ??

    trus untuk pembuatan visa, kebetulan aku tinggal di palembang agak ribet kalo harus kejakarta, kalo pake jasa travel agent kira2 brp an yaa ? trus klo ngurus sendiri bisa kirim via email aja ndak ya syarat2nya ? ksana nya pas udah mau jadi aj visanya, bisa gtu ndak ya ? maaf banyak tanya :p

    makasih kk atas jawabannya ^^

    Reply
    • Frenky Post author

      Hi Dila,

      Kalau peta-peta begitu, print aja dari website ( googling dulu ), itu udah cukup kok. Atau alternatif bisa install aplikasi smartphone tentang peta korea.

      Biaya buat visa korea sendiri adalah 580rb, biasa nya travel agent minta biaya jasa sekitar 150-300rb an tergantung agent nya ya.

      Sayang nya, engga bisa kirim via email syarat2 nya.

      Reply
  8. Rima

    Hei kak, saya rima.
    Saya ingin banget kan jalan2 ke korea. Bagaimana ya caranya? Bagusan pakai jasa touring atau berangkat sendiri? Kalau pakai lcc tadi memang harus menunggu 1 th dulu ya? Dan penginapannya kalau tidur disauna bisa gak? Bukannya lebih murah di sauna ya(?)

    Reply
    • Frenky Post author

      Hi Rima,

      Lebih baik jalan mandiri ya di bandingkan pakai tour karena transport di korea udah rapi dan teratur banget. Pakai LCC tidak harus beli 1 taun sebelum berangkat sih, semua tergantung kapan ada tiket promo nya.

      Nginep di sauna emang murah tapi kaga nyaman, tidur disini kalau 1 malam boleh, kalau bermalam2 sih kaga ada cerita.

      Reply
  9. Melissa

    Saya ada rencana ke korea, saya coba cari jakarta – seoul dengan cebu pacifi kok tidak ada jadwal penerbangannya tapi ketika saya mencari jakarta – manila dan manila – seoul baru ada jadwal penerbangannya. jadi supaya bisa transit bagaimana caranya ?

    Tolong dibalas ke email ya, terima kasih

    Reply
    • Frenky Post author

      Hi Melissa,

      Di Cebu engga ada opsi pilihan penerbangan Fly Thru ( tetap 1 Kode Booking jika ada transit ) seperti AirAsia, jadi sudah benar pemilihan penerbangan yaitu Jakarta – Manila dan Manila – Seoul dengan opsi multi city dan nanti nya akan mendapat 2 Kode Booking. Di Cebu tidak ada istilah transit karena memakai 2 Kode Booking penerbangan sebenar nya :)

      Reply
  10. Rinjani

    Naik yg all stop rain buat ke penginapan gak tuker2 line kan yah? 1 arah doang yah?
    Oiya loket ntuk pembelian tiket bus dr gapyeong station ke nami nya ada dsblh mana ya?

    Reply
    • Frenky Post author

      Yup, 1 arah doang ya. Tapi kalau mau ke Hapjeong Station ntar pas naik AREX turun di Hongik Univ Station ya.

      Baru cari subway ke Hapjeong Station, soalnya si AREX ini engga mampir di Hapjeong Station.

      Untuk beli tiket tour bus gapyeong, langsung beli di supir nya, bayar cash juga, jangan sampai salah naik bus nya aja yang penting. Soalnya di jalanan yang sama bus umum sama tour bus gapyeong, tapi secara fisik model bus jauh berbeda.

      Reply
  11. lia

    Tau aplikasi buat tau harga2 bus nya ga kak? Dari mana kemana gitu, lalu applikasi yg bisa ngajarin naik bus/ktx .

    Reply
  12. yuanita

    Hai Frenkey,
    Salam kenal. Blog kamu sangat membantu sekali. Btw, mau tanya selama di seoul kamu tidak pindah-pindah hostel ya? Hanya di Leo saja?
    Aku bulan April mau kesana, cuma masih agak ragu untuk tinggalnya.. Jika di 1 tempat saja, apakah tidak jauh mau kemana-mana? Karena aku lihat mau ke Lotte World, Everland dan Nami itu jauh sekali dari myeongdong. T-T

    Reply
    • Frenky Post author

      Hi Yuanita!

      Selama di Seoul saya tidak pindah-pindah hostel ( sengaja ) karena ribet harus pindah bawa koper segala, lagipula nginep daerah Hongdae asyik juga dekat sama Hongik University kalau mau jalan-jalan santai.

      Kalau tempat yang Yuanita sebut ( Lotte World, Everland dan Nami ) sih itu memang jauh karena posisi nya agak di pinggiran Seoul ( hampir mau keluar dari Seoul ) :ngakak:

      Menurut saya tinggal di daerah Myeongdong juga engga apa-apa, masalah jauh nya tempat wisata jangan di pusingkan selama naik kereta pasti cepat sampai. Menurut penggalaman saya sih 8hari di Seoul, uang transportasi T-Money yang dipakai kurang lebih sekitar 35.000 Won

      Reply
  13. juventia

    Numpang tanya selama di korea sewa internet ga? kalau yh info donk mending pakai apa?
    Sempet googling pke wifi egg tapi harus pke paypall + ada deposit fee 1 juta sementara akun pay pall limit cuma 1 juta. Sementara pocket wifi lumayan mahal + cuma bisa seoul doank. Ada info yang lain mungkin?

    Reply
    • Frenky Post author

      Hi Juventia,

      Waktu itu sih gw hanya mengandalkan free wifi yang banyak tersedia di titik keramaian karena tujuan penggunaan gw sih cuma hanya sekedar mencari jalan saja, kalau untuk upload foto di social media mengandalkan wifi di hostel.

      Mungkin bisa coba sewa jasa Wifi Olleh, pengalaman gw hotspot Olleh waktu itu cakupan nya luas banget di Seoul, link nya bisa di liat disini http://first.wifi.olleh.com/en/prepaid_guide.html

      Alternatif nya bisa coba link ini http://www.wifi-korea.com/ atau http://www.skroaming.com/main.asp

      Tapi kalau kota Sokcho sama Busan kurang yakin gw cakupan nya udah masuk untuk pilihan sewa wifi di atas.

      Reply
    • Frenky Post author

      Beneran seperti nya, eh tapi engga tau juga deh apa cuma airsoft gun, engga berani buat testing sih haha..

      Reply


Jangan Malu-Malu Tinggalkan Komentar ya!
Komentar Anda Sangat Berarti Buat Saya

Your email address will not be published. Required fields are marked *

:star:  :ahaaah:  :suram:  :beg:  :bye:  :cheer:  :confused:  :keren:  :crying:  :dead: 
:desperate:  :yeah:  :evilsmirk:  :good:  :senang:  :angry:  :hi:  :info:  :ngakak:  :lonely: 
:relax:  :crot:  :kaget:  :shy:  :sigh:  :silence:  :hero:  :sweating:  :peace:  :wait: 
:calm:  :siul:  :busy:  :wow:  :wtf:  :yawn:  :ill:  :noooo:  :notlisten:  :ngamuk: