Hari 10 : Busan ( Beomeosa Temple, Busan International Film Festival )

Waktu menunjukkan pukul 05.00 saat itu, akhir nya gue sampai juga di Busan setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 7 jam menggunakan Bus Malam dari Sokcho. Busan merupakan titik akhir dari perjalanan bus malam ini sehingga seluruh penumpang termasuk gue akhir nya turun dari bus. Suhu udara yang dingin langsung menyambut gue ketika baru keluar dari bus, karena tidak tahan dengan suhu udara nya, gue yang dalam keadaan masih setengah ngantuk akhir nya langsung buru-buru masuk ke dalam Busan Central Bus Terminal.

Perjalanan selama 7 jam yang gue alami dari Sokcho ke Busan juga tidak terlalu menyenangkan, alasan nya karena perjalanan Sokcho ke Busan ini melewati beberapa kota dan untuk setiap kota yang di lewati pasti bus melakukan perhentian. Nah setiap perhentian antar kota ini otomatis lampu bus akan menyala dan langsung menyorot mata gue yang mengakibatkan gue langsung otomatis terbangun :wait:

Tetapi untuk menuju Busan dari Sokcho ini memang tidak ada pilihan Express Bus, sehingga ya mau tidak mau pilihan nya hanya bisa menggunakan Intercity Bus saja. Suasana terminal bus Busan saat itu sangat sepi, nah karena gue pikir metro subway belum jalan juga karena masih pagi, akhir nya gue pun memutuskan untuk beristirahat sejenak untuk mengumpulkan ‘nyawa’  sambil menunggu jam 06.00 tiba.

* * * * *

Itinerary Keliling Busan (25 October 2014) SelectShow

Jam 06.00 pun akhir nya tiba, langit saat itu masih terlihat gelap, kira-kira seperti jam 05.00 nya di Jakarta. Tujuan pertama saat itu adalah ke Gupo Station untuk menuju penginapan gue selama 2 hari ke depan di Busan yang bernama “Busan Hot Motel”. Karena sudah tahu dari awal tidak bisa early check-in, jadi tujuan gue ke penginapan ini hanya untuk sekedar menitipkan tas.

Di dalam Busan Central Bus Terminal ini sudah ter-integrasi dengan Metro Subway yang memiliki nama Nopo Station. Cukup turun ke lantai paling dasar dan pembelian tiket dapat menggunakan T-Money. Gupo Station itu terletak dekat dengan Gimhae International Airport, hanya beda 2 titik point kalau menaiki Metro Subway sedangkan jarak Nopo Station ke Gupo Station cukup lumayan jauh, memakan waktu kurang lebih 1 jam.

Sesampai nya di Gupo Station dengan mengandalkan insting dan petunjuk arah yang di berikan lewat situs pemesanan booking.com akhir nya gue dengan mudah menemukan “Busan Hot Motel” karena warna nya yang mencolok, tinggi dan juga terlihat megah bangunan nya. Oh ya letak “Busan Hot Motel” ini juga sangat dekat dengan “Korail Gupo Train Station”,

Korail Gupo Station

Korail Gupo Station

Busan Hot Motel

Busan Hot Motel

Sesampai nya di “Busan Hot Motel”, coba iseng tes tanya ke resepsionis nya siapa tau bisa early check-in kan lumayan bisa numpang mandi pagi karena saat itu badan gue terasa lengket banget, maklum terakhir mandi itu pas masih di penginapan Sokcho dan habis itu seharian aktivitas hiking jadi nya ya gitu deh :suram:

“Why do you come so early?” itu pertanyaan pertama yang terlontar dari resepsionis dan pada akhir nya berujung penolakan early check-in, ya sudah bisa di tebak sih haha… Lalu ujung nya kita pun bertanya kapan paling cepat bisa check-in dan di jawab jam 13.00, ya udah akhir nya minta tolong untuk titip tas sementara di ruangan dia dan acara mandi pagi nya pun di tunda hingga nanti siang :crying:

* * * * *

One Day Pass Busan

Detail Info : Busan Transportation Website

One Day Pass - Busan

One Day Pass – Busan

Selama menghabiskan dua hari di Busan, gue menggunakan fasilitas yang nama nya One Day Pass seharga 4.500 Won / hari, karena faktor tempat wisata di Busan itu jauh-jauh sehingga lebih efisien jika menggunakan tiket one day pass Busan jadi bebas mau kemana saja menggunakan metro subway tanpa perlu pikir rute efisien dan biaya ;)

Ticket Vending - One Day Pass Busan

Ticket Vending – One Day Pass Busan

Untuk membeli nya cukup cari ticket vending machine seperti gambar di atas di subway station terdekat. Mesin ini hanya dapat menerima koin pecahan ( 500, 100, 50, 10 ) dan kertas pecahan 1.000 Won. Di sebelah persis mesin ini terdapat mesin penukar uang pecahan 10.000 atau 5.000 menjadi pecahan 1.000 sehingga anda tidak perlu khawatir kekurangan pecahan 1.000 :good:

* * * * *

Beomeosa Temple

Direction ( Subway ) : Beomeosa Station, Exit 5 or 7, walk between the two exits along the road for about 5 minutes and you will reach the Samsin bus stop. Take Bus No.90 and you will arrive at Beomeosa Temple Ticket Office.

Beomeosa Temple

Beomeosa Temple

Tujuan ke Beomeosa Temple ini adalah kesepakatan bersama dadakan karena kita hanya mau wisata singkat sampai menunggu jam 2 siang tiba untuk kembali ke hostel untuk mandi. Dan ternyata memang benar wisata ke Beomeosa Temple ini hanya memakan waktu singkat karena memang tidak banyak yang bisa di explore temple ini :sweating:

Letak Beomeosa Station sendiri hanya beda 1 titik station dari Nopo Station jadi gue seakan kembali ke Terminal Busan. Yang agak membingungkan adalah mencari letak titik pemberhentian bus nomor 90 nya, tetapi setelah melihat-lihat keadaan sekitar banyak orang yang menuju suatu gang, akhir nya gue pun mencoba berjalan lurus menyusuri gang tersebut dan voila! ketemu juga halte bus nomor 90 nya :star:

Beomeosa Temple adalah Kuil Pusat Order Jogye ( Budhisme Korea ) di Cheongnyong-dong, Geumjeong-gu, Busan. Beomeosa dibangun di 678 selama pemerintahan Silla Raja Munmu, oleh biarawan Uisang dan dibangun di lereng Geumjeongsan yang dikenal sebagai kota nya candi.

Beomeosa Temple Busan

Beomeosa Temple – Busan

* * * * *

Busan International Film Festival ( BIFF )

Direction ( Subway ) : Jagalchi Station Exit 1

Busan International Film Festival dan Jagalchi Fish Market

Busan International Film Festival dan Jagalchi Fish Market

Kalau anda berkunjung ke Busan International Film Festival, pastikan perut anda lapar karena ini adalah saat nya untuk berwisata kuliner dengan aneka macam jajanan yang di jamin buat air ludah bakal ngeces :crot:

Letak BIFF sendiri tidak terlalu jauh dari Jagalchi Fish Market, lokasi nya saling berhadapan, tapi berhubung gue tidak tertarik dengan pasar ikan jadi wisata Jagalchi pun gue skip. Di BIFF ini kondisi nya sangat ramai oleh anak muda ketika gue datang, mungkin faktor hari Sabtu dan terdapat bioskop di sini menjadi faktor penyebab keramaian tersebut. Untuk jenis jajanan nya bermacam-macam jenis makanan nya, ada yang antrian nya panjang banget ada juga yang biasa aja, ada penjual es krim buat atraksi sehingga ramai juga yang beli, ada penjual aksesoris, dan ada juga cap jari tangan para artis / aktor terkenal di lantai jalanan area BIFF ini.

Street Food di Busan International Film Festival

Street Food di Busan International Film Festival

Ice Cream Turkey

Ice Cream Turkey

Cap Tangan di lantai area BIFF

Cap Tangan di lantai area BIFF

Di sini akhir nya gue membeli jus kiwi, kue kacang dan 1 cup besar ayam bumbu, tadi nya mau beli stick daging ayam yang gue suka banget rasa nya, cuma berhubung duit sudah tiris jadi nya batal beli dehhh hiksss…. Terus mampir sebentar lihat list film yang di putar di bioskop di BIFF ini, film Hollywood sama film lokal Korea komposisi nya sama. Habis itu karena faktor bingung mau ngapain lagi di BIFF dan juga kaya nya badan terasa cape banget karena kurang tidur, akhir nya balik lah kita ke penginapan.

* * * * *

Sampai di “Busan Hot Motel”, akhir nya kita pun melakukan check in dan sempat takjub kamar nya yang agak wow, tetapi karena kepala sudah pusing karena kelelahan luar biasa, jadi nya kita pun langsung tidur engga pakai lama dan baru terbangun 4 jam kemudian atau sekitar jam 19.30 :yawn:

Susu Pisang "Binggrae" dan berbagai Bumbu Masakan ala Korea

Susu Pisang “Binggrae” dan berbagai Bumbu Masakan ala Korea

Karena faktor sudah malam sehingga tidak mungkin jalan-jalan jauh lagi, akhir nya iseng coba explore area sekitar hostel untuk mencari minimarket buat membeli oleh-oleh makanan / minuman sekalian juga cari makan malam. Tapi yang pasti oleh-oleh yang ingin di bawa pulang ke Jakarta adalah Susu Pisang “Binggrae” sehingga gue pun mencoba hunting untuk mendapatkan harga termurah ;)

Korea Barberque

Korea Barberque

Sehabis sukses membeli oleh-oleh part 1 di minimarket dekat hostel, akhir nya acara malam itu di tutup dengan makan malam ala Korea Barberque dan rasa nya seperti biasa enak banget. Untuk harga sebenar nya “cukup” murah 1 set nya 7.000 Won tapi ternyata porsi nya tidak terlalu cukup walau di makan sendiri, sehingga akhir nya kita pun memesan 3 set agar kenyang to the max hahaha…

Makan ala barberque selama di Korea ini emang paling cocok di mulut gue banget dah pokok nya walau harga nya juga lumayan, ya ada harga ada rasa lah seperti biasa :sigh:

Deretan Motel di dekat Gupo Station

Deretan Motel di dekat Gupo Station

Pas mau pulang perjalanan balik ke penginapan, ternyata area tempat gue tinggal banyak juga Motel yang sejenis. Di Korea, Motel itu identik dengan “Love Hotel” dan memang terbukti sih selama gue nginap 2 malam di “Busan Hot Motel”, tamu yang datang semua nya pasangan ( Cowok dan Cewek ), cuma gue sama teman gue doang yang sama-sama Cowok, semoga si resepsionis nya engga berpikiran aneh-aneh :ngakak:

Perkiraan Biaya per Orang

No. Keterangan Biaya ( 1 Won = Rp 11,8 )
1. One Day Pass – Busan ( Subway ) 4.500 Won
2. Jus Kiwi ( 2.000 ), Kue Kacang ( 1.000 ), Chicken Cup ( 3.000 ) di BIFF 6.000 Won
3. Air Mineral 2L ( 1.200 ) bagi ber-2 600 Won
4. Penginapan 2 Malam di Busan Hot Motel 55.000 Won
5. Makan Malam ( Barberque 3 Set, 1 set = 7.000 ) bagi 2 10.500 Won
6. Roti Bantal isi untuk sarapan besok pagi 2.300 Won
Total 78.900 Won = Rp 930.000

 

16 thoughts on “Hari 10 : Busan ( Beomeosa Temple, Busan International Film Festival )

  1. Rachmi

    Kak jelasin dong kalo naik subway di sana kayak gimana? kan pas mau masuk subway tuh ada mesin yang buat keluar masuk yang di tap pake t money kan? nah kan kalo busan city pass kayak kartu doang gitu ga ada microchipnya. nah cara ngegunain busan city passnya gimana?

    Reply
    • Frenky Post author

      Kalau beli pass model Busan pass ini entar pas di gerbang subway nya harus cari mesin yang ada lubang buat hisap kartu pass nya, entar gerbang subway nya kebuka, ambil lagi kartu pass nya di atas mesin.

      Di gerbang subway itu ada 2 tipe mesin seinget gw, yang cuma bisa baca kartu yang ada microchip nya kaya T-Money sama yang bisa kedua nya ( baca kartu microchip sama kartu biasa kaya Busan pass ini )

      Reply
      • Rachmi

        Kalo busan pass cuma buat subway ya? Kalo bus yang kayak ke yeonggungsa sama beomussa temple sekali jalan berapa kak? Makasih kak udh fast respon

        Reply
        • Frenky Post author

          Iya cuma buat subway aja.

          Wah saya engga tau persis ya harga bus sekali jalan nya tapi setau saya tarif bus itu flat sih dekat jauh sekitaran 1200 – 1400 Won, pakai T-Money aja lebih praktis tinggal tapping.

          Reply
  2. Agnes

    kalo mau PP Seoul – Busan naik KTX yah?
    itu tiketnya bisa pake T Money gak?
    atau harus beli tiket khusus lagi??

    Reply
    • Frenky Post author

      Kalau mau PP yup wajib pake KTX, engga keburu waktu nya kalau engga pake KTX.

      Beli tiket KTX nya langsung ke counter ticket ya di station start mulai naik KTX nya, bukan pake TMoney.

      Reply
  3. hemas

    klo mau ke haeundae beach dari myeongdong transportasi yg enak dan murah apa ya? trs bs ga klo pulang pergi dlm 1 hari? makasih

    Reply
    • Frenky Post author

      Naik kereta KTX Seoul – Busan ( 2 jam perjalanan ) sih paling recommended dan cepat, terus tinggal cari station ke Haeundae Station. Sebenar nya bisa aja PP 1 hari, cuma rugi ya kaya nya, lebih baik nginep 1 malam di Busan ya setidak nya.

      Reply
  4. Tri

    Wah kok cuma ke BIFF aja mas? Padahal jalan dikit lagi udah nyampe ke Busan Tower lho…tapi memang gak jauh beda dari Seoul tower sih,,,hihihi…

    Ngomong-ngomong kok bisa tertarik sama hot motel mas?hehehe… :kaget:

    Reply
    • Frenky Post author

      Ke Busan Tower nya nanti kalau ada kesempatan kedua datang ke Busan deh :peace:

      Tertarik sama Motel gara-gara nonton film drama Korea, pasangan Korea suka bermalam di Motel entah ngapain, jadi penasaran deh gegara itu :shy:

      Reply
  5. Renie Lie

    Kalo bawa binggare taruh di bagasi gapapa yah? Ada batasannya ga sih?
    Waktu ke korea dulu ga berani bawa takut ga boleh soalnya

    Reply
    • Frenky Post author

      Hi Renie,

      Boleh banget dan tidak ada batasan yang penting kuat aja bawa nya.

      FYI, waktu itu saya bawa pulang 20 botol kecil Susu Pisang Binggrae 250 ml / botol, sekitar 5 liter dan itu lumayan berat bawa nya, waktu itu saya packing nya menggunakan kardus.

      Reply
  6. Mita

    Susu Pisang “Binggrae” gak ada di Jakarta, tah Frenkey?

    Klo gak ada, mau bawa oleh oleh itu juga ah…. :info:

    Reply
    • Frenky Post author

      Hi Mita,

      Setau saya tidak ada toko / market / pasar yang jual susu Pisang merk ini. Ada nya via toko Online kalau mau beli Susu Pisang ini.

      Kalau di Singapore sih ada toko yang jual Pisang ini secara langsung ( info dari teman yang pernah lihat di Singapore )

      Reply


Jangan Malu-Malu Tinggalkan Komentar ya!
Komentar Anda Sangat Berarti Buat Saya

Your email address will not be published. Required fields are marked *

:star:  :ahaaah:  :suram:  :beg:  :bye:  :cheer:  :confused:  :keren:  :crying:  :dead: 
:desperate:  :yeah:  :evilsmirk:  :good:  :senang:  :angry:  :hi:  :info:  :ngakak:  :lonely: 
:relax:  :crot:  :kaget:  :shy:  :sigh:  :silence:  :hero:  :sweating:  :peace:  :wait: 
:calm:  :siul:  :busy:  :wow:  :wtf:  :yawn:  :ill:  :noooo:  :notlisten:  :ngamuk: